Tampilkan postingan dengan label Brownies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brownies. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Killer Brownis feat: Cheddar Cheese


Ini penampilan killer brownis ato penylane brownis dengan tambahan keju parut di dalam dan diluar. Tetap enak. Tetep luar biasa...Resep dasarnya bisa lihat di sini ya

Jumat, 24 Desember 2010

Brownies buat bu guru


Ini brownies bingkisan natal buat miss Debby dan miss Christine, mereka guru Putri di kelas Toddler. Aku sampaikan pas sekalian ambil rapot kemarin. Gak sempat bikin yang besar, inipun bikinnya pagi-pagi. Jam 7 matang, dinginin sebentar, kemas, foto, terus dibawa ke sekolah.

O ya, aku tempelkan merek dagang-ku yang baru: Kapulaga. Ini merek bakulan kue yang baru setelah sebelumnya aku pakai nama Kitchen Project. Yang ini aku lebih suka karena menggunakan bahasa Indonesia. Semoga jualan jadi laris manis...:D

Rapot Putri nilainya biasa saja, tak terlalu menonjol. Kecuali di pelajaran menggambar dia dapat nilai O yang artinya Outstanding. Sementara untuk bahasa (sekolah Putri pakai pengantar bahasa Inggris) dia dapat I, artinya need Improvement. Ah, tak mengapa. Putri sebenarnya termasuk anak yang lambat bicara. Psikolog-nya bilang ia dimasukin sekolah saja supaya sosialisasi. Bulan September lalu Putri mulai kelas Toddler-nya. Jadi baru sekitar 4 bulan ia sekolah.

Sewaktu final test kemarin Putri lebih suka mengerjakan tugas menggambar, mewarnai, menghubungkan titik, ataupun mencocokkan gambar dan bayangannya. Sementara tugas menyebutkan angka dia sungkan. Dieeemmm aja :P  Naaa..sesudah final test, beberapa hari kemudian dia malah jadi cerewet di rumah. Setiap saat menghitung one...two..three..four..five.. waaaa...telat nak hi..hi..:D

Awalnya Putri gampang ditinggal di kelas, ia nampak mandiri. Tapi akhir-akhir ini sulit ditinggal dan minta ditemani di kelasnya. Entah mengapa. Miss Debby, wali kelasnya bilang, Putri suka cemburu jika bu guru lebih perhatian ke anak lain. Jadinya ia minta ibu-nya yang temani. Ini terjadi semenjak ada beberapa anak baru di kelasnya. Semoga tahun depan Putri kembali mandiri lagi, kata miss Debby. Iyalah, semoga ya miss..terima kasih sudah sabar menghadapi Putri.

Selasa, 02 November 2010

Killer Brownies: The Series - feat. Peanut


Jiaaah....gaya ya judulnya :P Ini lagi sok-sokan, tapi emang brownies yang ini rasanya ruarr biasa..Aku coba kali ini gak pake kenari tapi pake kacang tanah. Rasanya tetep enak banget. Sensasinya sedikit beda, tapi rasa kacang tanahnya itu lho, terus jadi berasa banget sewaktu gigit ada kletuk-kletuk nya, biarpun ndak keras banget lo ya. Tapi ya kembali ke selera, monggo saja mau pilih yang mana. Pan kapan mau coba yang kacang mete ah..

Resepnya masih sama plek seperti killer brownies yang kemarin aku unggah, hanya saja kenarinya diganti kacang tanah

Salam brownies :)

Kamis, 28 Oktober 2010

Killer Brownies a ka Pennylane Brownies


Akhirnya berhasil juga setelah nyoba yang keduakalinya :D

Ini resep brownies yang bikin penasaran, soale banyak yang ngomongin di milis dan juga banyak yang bilang enak banget. Di google, jika ketik "pennylane brownies", dalam 0,09 detik akan muncul 12.700 hasil. Wow! Mereka ada yang berupa gambar, resep, testimoni yang semuanya bernada positif. Luar biasa ya.

Pennylane Brownies, atau yang juga disebut Killer Brownies setahu aku (hasil googling) adalah resep milik Riana Ambarsari, fotografer sekaligus pengajar kursus fotografi di NCC dan pemilik blog pennylane kitchen. Menurut cerita, Riana memodifikasi resep brownies home-made ibu-ibu Amrik. Riana juga pernah jualan brownies ini dan sangat laku. Resep ini juga sudah dimuat di salah satu halaman buku terbitan NCC berjudul "18 Cake dan Cookies: Step by step dan Jurus-jurus Jitu". Kabarnya pula, banyak member NCC yang menjadikan brownies ini sebagai dagangan andalannya. Kalau aku yang jualan, laku juga tidak ya?

Aku sendiri baru sekali bertemu Riana sewaktu acara buka bersama NCC-FPC 31Agustus lalu. Ia berkulit putih, mengenakan jilbab. Penampilannya gaya dan dinamis dengan sepatu boot sebagai alas kaki. Riana masih muda-mungkin sekitar tigapuluh tahun umurnya. Ia juga cantik, terkesan energik, dan ramah. Menurutku ia perempuan yang cerdas. Saat itu hanya sedikit kami berbincang. Namun, sesudah acara usai, kami sempat berfoto bersama.

Nah, ini foto kami berdua dengan hasil foto masing-masing. Jangan bandingkan hasil jepretanku dengan karya Riana, sudah tentu kalah jauh, meski di acara bukber itu fotoku dipilih dan aku pulang bawa suvenir :D (cerita lengkapnya ada di sini).

Selanjutnya aku belum pernah bertatap muka lagi dengan Riana. Di acara demo NCC di Pejaten 23 Oktober kemarin aku memang lihat Riana, tapi ia nampak sibuk sebagai fotografer dan kami juga tak bertatap muka. Maklum, aku duduk di belakang dengan dua anak yang tak bisa diam. Tak mengapa, barangkali lain waktu. 

Kembali ke brownies. Setelah uji coba di dapurku, hasilnya memang se-luar biasa yang aku baca. Beneran enak banget! Anakku suka, suamiku juga. Jadi, Big Thanks to Riana :D

Dan ini resepnya yang aku ambil dari blog milik Elsye
(aku cuma bikin separo resep dengan loyang 20x20x4 dan gula pasir 175 gram)

Pennylane Brownies - Killer Brownies

Bahan:
4 btr telur
450 gr gula pasir
225 gr minyak goreng
60 gr coklat bubuk
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanilla bubuk
120 gr kenari
85 gr chocolate chips

Cara membuat:
- Alasi loyang dengan kertas roti dan olesi mentega. Panaskan oven 180 derajat Celcius.
- Campur coklat bubuk, terigu dan vanilla bubuk.
- Kocok telur dan gula sampai mengembang dan butiran gula menjadi lebih halus. Masukkan garam, kocok lagi hingga rata.
- Matikan mixer, ayakkan campuran tepung ke dalam adonan telur, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk rata.
- Masukkan kenari dan chocolate chips, aduk rata.
- Tuang adonan ke loyang, panggang kurang lebih 35 menit. Tes dengan tusuk gigi/lidi bersih.
- Dinginkan sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong-potong.

Kamis, 05 Agustus 2010

Brownies Keju Pak Sahak


Udah lama naksir resep brownies keju pak Sahak. Pengen nyoba tapi gak punya kukusan yang gede.

Aku coba email pak Sahak bisa tidak brownies kukusnya dipanggang, beliau balas begini:
"Mba Elisabet
Maaf saya sendiri blm pernah mencobanya
Tapi waktu yang lalu ada pertanyaan yg sama
Lalu ada yang jawab bisa.
Tapi masuk akal.
Sebab semua jenis cake yang putih telurnya dicampur langsung bisa dipanggang.
Cuma itu yang saya tau
Kalo mau coba persilahkan.
Semoga berhasil."

Waduh, sepertinya malah memberi tantangan baru. Piye ki? Ya sudahlah, aku coba saja tantangannya. Gak akan pernah tahu kalo belum mencoba kan?

Pertamakali bingung juga karena nggak ada ukuran loyang di resep. Aku coba blogwalking siapa aja yang pernah nyoba resep ini. Ada yang bilang pake loyang bundar diameter 18, lha tapi ndak ada soal tingginya berapa. Aku punya yang tingginya 7. Ada yang bilang pake loyang persegi 20x20x4, lha ukuran ini aku ndak punya. Aku cuma punya loyang brownies 30x10x4, ada juga loyang persegi 22x22x4 tapi setelah aku coba pake metode konversi loyang yang pake perbandingan itu malah jadi bingung sendiri. Mumet.

Aku  putuskan pake loyang brownies aja, aku pikir wong namanya aja brownies ya pasti pake loyang brownies yang standar itu to? Mau modifikasi resep belum berani soale masih tahap coba-coba. Biasanya kalo udah satu ato dua kali praktik barulah berani modif, kalo masih pertama kali aku pake resep dengan ukuran yang plek sama. Ato paling banter ya bikin separuhnya.

Sekitar pukul 21.30 aku mulai tantangan.

Tahap-tahap awal tak ada masalah, melembutkan cream cheese sama butter, mengocok telur dan gula, memasukkan terigu, maizena, baking powder dan susu lancaar..Sekarang saatnya memasukkan ke loyang yang sudah dioles dan dialas kertas roti. Waduh, kok pas banget banget ya? Lihat aja nih, ini penampakan pas baru aku masukkan ke oven:


Ini sekitar 30 menit sesudahnya, adonan naik tapi tak luber, warnanya kuning keemasan dan permukaannya retak.


Beberapa menit kemudian aku coba tes tusuk. Merasa udah matang, aku keluarkan dari oven. Setelah agak dingin, dilepas (tapi tidak dibalik) dan diletakkan di atas rak pendingin. Eeeh..sekitar 10 menit kemudian aku tengok, ternyata kempis..hiks. Ini penampakannya:


Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Ndak sempet ngicipi. Udah jam 23.00. Besok aja lah. Pagi-pagi aku bangun terus nengok brownies..ya tetep aja. Pas aku potong, baru kelihatan kalo di bagian bawah ada kayak bantat gitu. Warnanya lebih gelap. Aku cicip..weee..enak banget. Empuk dan lembuttt...Terus aku coba olesi selai mullberry (ini yang kebetulan ada), waaa...tambah nikmat. Pas banget jadinya. Rasa cream cheese, susu, plus sentuhan asam mullberry..hmmm heaven! Penampakannya ya seperti foto di atas itu. Biar begitu, masih penasaran aku, kayaknya perlu dicoba bikin lagi biar makin sempurna.

O iya, ini resepnya:

Brownies (Kukus)Keju Pak Sahak
Bahan A:
Telur 3 butir
Gula 100 gr
TBM 1 sdm

Bahan B :
Tepung terigu 60 gr
Maizena 20 gr
Garam 1 sdt
Susu bubuk 40 gr

Bahan C :
250 cream cheese
50 gr butter dikocok sampai lembut

Cara membuatnya :
Kocok bahan A sampai mengembang
Masukan bahan B lalu aduk sampai rata.
Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan keadonan lalu aduk sampai rata.
Tuang ke loyang lalu kukus kurang lebih 20 menit -- aku memanggang dengan suhu sekitar 130 derajat Celcius (ini karena ovenku emang cepat panas, setiap mencoba resep selalu aku turunkan beberapa derajat di bawahnya, jika ingin mencoba silakan sesuaikan dengan oven masing-masing)