Tampilkan postingan dengan label cake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cake. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2013

Ontbijtkoek Lebaran 2013

Meski kami tidak merayakan hari raya Idul Fitri atau lebaran. Tahun ini saya ikut sibuk. Buat ontbijtkoek 11 loyang pesanan dari empat pelanggan. Sebagian besar untuk hantaran, yang lainnya untuk konsumsi sendiri. Begitu pengakuan mereka. 

Begitulah, maka tiga hari menjelang hari raya dapur saya setiap hari berantakan tapi bau wangi bumbu spekuk. Selama itu pula meja makan di dapur berada di bawah kekuasaan saya secara penuh. Bahkan kursinya pun tidak bisa dipakai anggota keluarga manapun kecuali saya. 



Satu demi satu kue pun jadi. Paling senang kalau lihat kue mengembang bagus dan masih panas di loyang. 



Berikutnya, setelah kondisi kue sudah sangat berkurang panasnya - adalah tahapan yang cukup tricky - apa ya bahasa Indonesia yang tepat untuk mengekspresikannya. Pokoknya harus ekstra hati-hati. Yaitu saat mengelupas kertas. Kalau terburu-buru, badan kue bisa ikut terkelupas. 


Karena untuk hantaran, maka mereka minta supaya kemasannya diberi sentuhan hari raya. Mintanya pakai ucapan dari plastik yang ditusukkan ke kuenya. Tapi, kemasannya kan pas sama ukuran kuenya. Jadilah aku buat seperti ini: 


Cantik kan? Ada tulisan Idul Fitri di setiap kemasan. Mungkin dari foto tidak begitu terlihat ya. Itu dari plastik yang dicat emas, cocok sama kardusnya. 

Semoga yang menerima berkenan..Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Terima kasih diberi kesempatan untuk ikut berbagai kebahagiaan di hari raya penuh berkah.. :)

Sabtu, 08 September 2012

Empat Tahun Putri

Harusnya aku posting sebulan lalu. Ini kue ulang tahun Putri yang ketiga yang aku buat sendiri. Mulanya agak bingung mau putuskan tema kue nya apa.

Putri hobi nonton teve, sulit menentukan tokoh animasi apa yang ia suka. Setelah diskusi kecil sama bapaknya, akhirnya Dora yang terpilih. Edible nya aku pesan dari mbak Vita, pemilik blog Dapurnya Vita. 

Nah, ini dia kuenya. Black forest dengan penutup edible image Dora. Sederhana saja, tapi bisa bikin anakku senang. Terima kasih, mba Vita :) 


Dan ini kilasan pesta kecil di rumah kami :)



Kakak bantu menyalakan lilin dan potong kue, Putri pun coba potong sendiri kuenya tapi masih juga kesulitan, Akhirnya ibunya turun tangan, dan ia pun melahap kue Doranya..yummy cake bu :D


Selamat ulang tahun, nak :)

Kamis, 18 Agustus 2011

Happy Birthday, Putri!


Senangnya. Ini ketiga kalinya aku bikin kue ulang tahun buat anak-anakku. Pertama kali bikin untuk ulang tahun Putri yang kedua. Laporannya ada di sini. Terus, bikin kue ulang tahun untuk kakaknya. Pakai edible image Star Wars. Laporannya ada di sini. Sekarang, pengen lagi bikin pakai edible image. Karena Putri suka sekali Mickey Mouse dan kawan-kawannya, aku pilih tema itu. Hasilnya seperti di foto itu.

Putri suka sekali kue ulang tahunnya. Ini pose Putri sesaat sebelum kami berangkat untuk makan malam di Telaga Sampireun, rumah makan Sunda di kawasan Bintaro. Berkali-kali dia bilang, "Hmm..yummy cake!"


Telaga Sampireun relatif baru. Tapi setiap kali kami lewat di sana, ramainya bukan main. Apalagi di bulan ramadhan seperti sekarang. Saat buka puasa, nyaris penuh semua. Kami harus parkir mobil paralel karena semua tempat parkir terisi. Mobil-mobil parkir mengular di kelokan jalan keluar.

Kami dapat tempat di sebuah saung, di pinggir telaga. Nyaman sekali tempatnya. Kami bisa melihat ikan-ikan berwarna oranye kekuningan yang berenang-renang di bawah.


Berikut beberapa foto kilasan saat kami "berpesta" :





Senin, 16 Mei 2011

Carrot Cake


Ini kenangan masa kecil. Bukan rasanya, karena baru pertama kali ini aku makan kue wortel. Waktu kecil tahunya kue tart wortel kesukaan Paman Gembul di keluarga Bobo. Dulu pengen tahu seperti apa sih rasanya makan kue itu, juga pengen makan kue tart berhias strawberry seperti yang suka dimakan Ratu Bidadari sama Oki dan Nirmala. Juga puding-pudingnya yang bentuknya lucu-lucu..Semua kenangan indah itu melekat di memori.

Sekarang semuanya gampang didapat. Aku juga bisa bikin sendiri buat anak-anakku. Rasanya seperti melakukan beberapa pekerjaan sekaligus: mengeluarkan memori, memenuhi hasrat terpendam, dan mewariskannya untuk anak-anakku.

Tahap pertama mewujudkan kue wortel adalah googling. Ada beberapa resep yang aku temui. Aku pilih yang paling gampang: carrot cake dari situs Joy of Baking di sini. Hanya saja aku masih tahap uji coba dulu. Separo resep minus frosting nya. Hasilnya sungguh tak mengecewakan. Enak betul. Aku pikir jika pakai frosting tentu paduannya lebih nyuss lagi.

Jika ada yang mau coba silakan ya..ini rekomendasi dari aku, enak dan cocok buat anak-anak karena ada parutan wortelnya jadi lebih bergizi.

Ini resep yang aku gunakan (aslinya ada di situs Joy of Baking bisa cek di sana)

Bahan:
120 gr wortel parut (aku pakai wortel impor yang diparut pakai parutan keju) 
 120 gr tepung terigu
1/2 sdt soda kue
3/4 sdt baking powder
3/4 sdt bubuk kayu manis
3 butir telur
150 gr gula pasir
120 gr minyak sayur
1 sdt vanilla extract

Cara membuat:
1.  Kocok telur sampai berbusa, masukkan gula pasir secara bertahap. Kocok sampai kental berjejak.
2. Turunkan kecepatan mikser sampai yang terendah, masukkan minyak sayur secara bertahap. Masukkan vanili, masukkan semua bahan kering (tepung terigu, soda kue, baking powder, bubuk kayu manis). Setelah tercampur matikan mikser.
3. Masukkan wortel parut, aduk dengan spatula sampai tercampur rata.
4. Tuang ke loyang (saya pakai loyang bulat diameter 18 tinggi 7) yang telah disemir mentega dan di alas kertas roti dan disemir mentega lagi.
5. Panggang sampai matang (di oven Hock no.3 saya pakai suhu 150 derajat dan lama pemanggangan 45 menit).

Senin, 25 April 2011

Simnel Cake


Simnel cake is a light fruit cake, similar to a Christmas cake, covered in marzipan, then toasted, and eaten during the Easter period in Great Britain, Ireland and some other countries. A layer of marzipan or almond paste is also baked into the middle of the cake. On the top of the cake, around the edge, are eleven marzipan balls to represent the true disciples of Jesus; Judas is omitted. In some variations Christ is also represented, by a ball placed at the centre.

Begitu yang tertulis di wikipedia saat aku mulai googling cari-cari resep buat ngerayain paskah di rumah. Aku sendiri belum pernah makan dan baru dengar ada simnel cake. Resep aslinya ada di sini kalau ada yang berminat. Tapi aku lebih suka modifikasi sendiri aja, pake resep dasar simple marmer pound cake Fatmah Bahalwan saja. 

O  ya, rasanya bagaimana ya..enak kalau menurutku. Sayang aku pakai margarine, lain kali aku mau coba pakai butter saja. Juga jangan lupa pilih buah kering yang kualitasnya bagus. Yang aku pakai ini udah kelamaan di kulkas jadinya sempat aku rendam rhum dulu semalaman. 

Kalo mau resep aslinya sila cek di BBC ya di sini.  atau di sini.

Ini resepnya:
Bahan:
150 gr   mentega
100 gr   gula pasir
3 btr      telur utuh
1 btr      kuning telur
150 gr   tepung terigu
1 sdt     baking powder
1 sdt     bumbu spekuk
100 gr  buah buahan kering

Cara membuatnya:
  1. Campur tepung terigu, bumbu spekuk dan baking powder, ayak, sisihkan.
  2. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula pasir perlahan sambil terus dikocok sampai mengembang pucat.
  3. Masukkan telur satu persatu, sambil tetap dikocok. Kecilkan kecepatan mikser, tuang terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata. 
  4. Masukkan buah-buahan kering, aduk rata. 
  5. Tuang ke loyang, panggang dengan suhu 150 derajat sampai matang
Selamat mencoba dan SELAMAT PASKAH !

Jumat, 08 April 2011

Zebra Cake


Penasaran pengen bikin cake dengan motif zebra. Tapi bukan yang kukus, soalnya dandangku kecil. Ini zebra cake dengan resep dasar sponge cake. Cuma setelah adonan jadi kemudian dibagi dua bagian, satu bagian aku beri pasta blackforest. Sesudahnya adonan dituang ke loyang dengan cara berselang seling. Menuangnya hanya di satu titik di tengah dan biarkan adonan melebar ke sendiri.

Setelah matang baru kelihatan kalau pekerjaanku kurang rapi. Kalau di internet ada yang sampai belang-belang zebranya itu banyak banget. Yang aku punya tidak begitu. Tapi yaaa....lumayan lah untuk eksperimen pertama. Lain kali coba lagi. Berlatih lagi..

Kamis, 24 Maret 2011

Sponge Cake Pandan


Akhirnya bisa juga bikin sponge cake pandan. Yang paling bikin aku senang adalah karena ini hasil utak-atik resep sendiri. Setelah googling di internet, tak ada yang sesuai dengan ukuran loyang yang aku punya, malah kebanyakan jenis chiffon. Kalau chiffon aku tak punya loyangnya. Jadilah aku bereksperimen.

Yang pertama terlalu manis dan kebanyakan pasta dan santan jadi agak eneg meskipun ya enak juga. Yang kedua kalinya mantap. Aku kurangi gula, pasta, dan santannya, jadinya lebih nyus. Padahal bikinnya juga buru-buru. Cuma satu jam karena harus antar Bintang les.

Dan, bagaimanapun juga aku haturkan terima kasih pada Shinta Little Kitchen dan mbak Widya dari Andra Brown. Dari kedua resep mereka itu aku utak-atik sendiri dan jadilah sponge cake pandan seperti di foto itu.

Buat yang ingin mencoba resepku, silakan ya..

Bahan:
4 butir telor antero (kuning dan putihnya)
2 kuning telur
100 gram gula pasir
100 gram tepung terigu
75 gram margarine, lelehkan
1 sdt SP
2 sdm santan kental (aku pakai Kara)
1 sdm pasta pandan

Cara membuat:
1. Siapkan loyang, oles margarine dan alasi kertas roti, oles margarine lagi
2. Panaskan oven. Untuk ovenku (Hock no. 3) hanya 150 derajat C, harap sesuaikan dengan oven masing-masing ya..
3. Kocok telur, SP, dan gula sampai kental berjejak dengan kecepatan tinggi
4. Turunkan kecepatan hingga yang minimal kemudian masukkan terigu
5. Matikan mikser, masukkan mentega aduk pakai spatula karet dengan teknik aduk balik hingga rata
6. Masukkan santan aduk hingga rata
7. Masukkan pasta pandan aduk hingga rata
8. Tuang ke loyang bulat ukuran diameter 18 tinggi 7 cm
9. Panggang hingga matang, lebih kurang 30 menit.

Selasa, 01 Maret 2011

Birthday Fruit Cake


Ini cake dengan dekorasi buah pertamaku. Kebetulan tante ulang tahun 24 Februari lalu. Sekalian buat latihan. Udah lama kepengen bikin tapi kok belum ada "korban" :P

Hari Minggu, 27 Februari aku ajak anak-anak ke rumah tante di Ciledug sekalian aku bawakan kue ini. Di sana sudah ada sepupu sekeluarga. Kami memang janjian ketemuan. Pesta ultah sederhana pun jadilah. Tiup lilin dan makan-makan.

Kata tanteku, kuenya enak dan segar karena ada buah-buahnya. Puji Tuhan! Senang dapat komplimen seperti itu. Happy birthday Tante, semoga tetap sehat dan bahagia selalu! :D

O ya, base cake-nya pakai sponge cake. Seperti yang kemarin buat ultah anakku, pakai resepnya Shinta Little Kitchen.   (terima kasih lagi ya Shinta :D) Eh, maksud hati sebenarnya untuk pinggirnya itu aku bikin pagar coklat, tapi ternyata jumlahnya gak cukup. Jadilah aku patah-patahin sekalian dan dijadikan mozaik coklat seperti itu :D

Nah, jika ada juga yang berminat, ini resepnya (copy paste dari blog Shinta):

Bahan :
3 butir telur utuh
4 kuning telur
120 gr gula pasir
85 gr terigu
35 gr coklat bubuk
10 gr baking powder
1/2 sdt vanili bubuk
80 gr margarin/butter, dicairkan
2 sdm susu cair

Cara membuat :
1. Campur terigu, coklat bubuk dan baking powder. Ayak lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai mengembang dan kental berjejak. Tambahkan vanili.
3. Turunkan speed mixer, masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga rata.
4. Masukkan margarin dan susu cair. Aduk dengan mixer speed paling rendah ataupun spatula. Aduk hingga benar-benar rata dengan cara aduk balik : gerakkan spatula dari pinggir hingga bagian tengah dasar wadah, lalu naikkan adonan dasar tersebut sampai ke permukaan adonan. Kalo belum tercampur rata, nanti akan terlihat margarin cair yg belum tercampur. Margarin yg masih terpisah inilah yang menyebabkan cake esring bantat.
*cara yang sering saya pakai untuk menghindari bantat : terigu dan margarin dimasukkan secara berseling sehingga saat mengaduk terigu, margarin pun ikut teraduk.
5. Siapkan loyang bulat diameter 18 cm (bisa juga loyang persegi 18 cm), alasi dasarnya dengan kertas roti. Tuang adonan ke loyang, banting sedikit loyangnya agar gelembung udara di dalam adonan menjadi pecah.
6. Panggang pada suhu 180 C selama 10 menit, lanjutkan dengan suhu 170 C selama 15-20 menit. Atau sesuaikan dengan kondisi oven.

Selasa, 22 Februari 2011

Fruit Pound Cake buat Ayah


Ayah barusan sembuh dari sakit. Satu minggu harus bedrest. Amandelnya kumat. Sekarang sudah baikan, meski masih harus banyak istirahat.

Aku buatkan saja fruit pound cake. Resepnya aku ambil dari buku NCC 60 Resep Cake dan Cookies Anti Gagal, tapi jika tak punya bukunya bisa tengok di blog NCC di sini. Di resepnya diberi judul Simple Marmer Pound Cake. Aku juga pernah kok coba. Kalau mau intip ada di postingku yang lalu di sini. Nah, kali ini sedikit dimodifikasi, tak pakai coklat tapi aku masukkan buah-buahan kering.

Biar seru, Bintang bikin kartu ucapan, terus dibuatkan juga bunga mawar dari kertas tissue. Pura-puranya itu dari Putri. Jadinya lengkap. Ibunya kasih kue, si sulung kasih kartu, terus yang kecil kasih bunga.

Eh, kartunya itu bukan sembarang kartu lho. Di foto ini memang gak kelihatan, tapi sebenarnya itu kartu bertema sepak bola. Di sampul depannya ada tokoh sepak bola dari film animasi Super Striker yang disukai Bintang, terus di kepalanya ada bola yang kalo digerakkan dari dalam kartu seolah-olah bolanya sedang dikop, bisa naik turun.

Ayah suka kejutan kue spesial ini. Ia makan lahap. Lekas pulih ya Yah...We love you.. :D

Star Wars Cake buat Bintang


Ini kue ultah kedua. Proyek spesial buat Bintang yang ultah tanggal 14 Februari lalu. Setelah dulu "merasa" sukses dengan kue ultah buat Putri,  sekarang coba lagi. Hasilnya yaa...not bad lah :P

Sebenarnya Bintang cuma minta cake coklat ditutup topping warna kuning (ini warna favoritnya) lantas ditaburi chocochip warna-warni. Rupanya rujukannya kuenya adiknya yang dulu. Bintang mintanya kuenya ditutup coklat warna kuning gitu. Tapi kan ibunya sudah punya bayangan mau bikin apa, jadinya digabungin aja idenya.

Aku pesan edible image di Ina Larizz di awal bulan. Eh, belum ditransfer, itu edible udah nyampe duluan..*makasih ya Ina :)* Nah, begitu kurir nganterin langsung dah buru-buru ambil dompet dan pergi ke atm BCA depan komplek. Terus kirim email ke Ina..rasanya kok bersalah sekali ya.

Kuenya aku bikin malam hingga subuh. Start jam 9.30 malam, pertama bikinnya devil cake. Tapi pas dah mateng kok terlalu rendah ya. Akhirnya baking lagi pake resepnya Shinta di blog Little Kitchen *terima kasih Shinta :)*, sponge cake coklat. Naa....baru aku sreg. Lantas menghias sekitar jam 12an..Ternyata syusyah sekale ya main buttercream. Belepotan sana sini. Ya udah, aku bikin temanya belepotan aja (ngeles dotkom). Asal tempel ceplak ceplok terus ditempeli chocochips.

Paginya Bintang surprise banget. Seneng dia dapat kue starwars. Daaan..si adek jadi ngamuk, pengen punya kue juga. Untung ada devil cake. Lekas ambil sisa buttercream dihias seadanya. Dan..taarrraaa....ada dua kue ultah. Masing-masing dapat satu..Adil kan? :D


Sorenya Bintang undang teman-teman tetangga kanan kiri aja. Semua ada 9 anak. Ini teman main Bintang kalo sore hari. Serba dadakan. Cuma aku beliin susu kotak coklat sama dipesenin bakmi ayam. Tiup lilin, makan bakmi, makan kue. Selesai.

Ini foto mereka. Bintang yang pakai baju serba hitam. Dapat kaos baru dari om-nya yang desainer kaos. Beberapa sudah pulang duluan, namanya juga dadakan, jadinya ya terserah mau lama ato cuma tiup lilin. Senang lihat anak-anak itu menikmati kue dan pesta ala kadarnya.


Selamat Ulang Tahun Bintang, May The Force Be With You....

Minggu, 07 November 2010

Simple Marmer Pound Cake


Bukannya gak prihatin sama bencana Merapi meletus, tapi mentega Orchid ku sudah nyaris kadaluarsa dan harus segera dipakai. Jadinya pagi ini tetep bikin kue buat sarapan di Minggu pagi. Alasan lainnya karena pengen nyoba resep di buku 60 Resep Cake & Cookies Antigagal terbitan NCC serta tergiur posting uji coba resep ini di blog Radissa Cake & Catering. 

Di posting tentang simple marmer pound cake, Citra, si pemilik blog bilang kalau hasil akhir kue ini legit dan lembut. Duh, jadi pengen nyoba. Apalagi memang benar kata Citra, ini kue masa lalu. Kalau dia bilang ingat kue bikinan Mbah Uti, kalau aku bilang ingat kue bikinan ibuku.

O ya, menurut Citra, cake ini disebut Pound Cake karena resep aslinya terdiri dari 1 pound terigu, 1 pound butter, 1 pound gula dan 1 pound telur. 1 pound itu sekitar 454 gram atau hampir setengah kilo. Kalau mau cerita lengkapnya di wikipedia bisa klik di sini. 

Daaan...setelah aku uji coba, hasilnya beneran legit dan lembut. Uenak tenan. Jadi nostalgia inget masa-masa ibu bikin kue seperti ini, diunter-unter coklatnya biar bentuk marmer di permukaan adonan. Baunya juga...hmm..semerbak mewangi khas gitu. Bedanya ya di loyang. Jaman dulu loyang ibuku adalah loyang bundar yang bolong tengahnya.

Ini resepnya, aku copy paste dari blog Radissa Cake & Catering, resep ini ada juga di buku 60 Resep Cake & Cookies Antigagal hal. 26:

Simple Marmer Pound Cake
Bahan:
150 gr   mentega
100 gr   gula pasir
3 btr      telur utuh
1 btr      kuning telur
150 gr   tepung terigu
1 sdt     baking powder
1 sdt     coklat bubuk

Cara membuatnya:
  1. Campur tepung terigu dan baking powder, sisihkan.
  2. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula pasir perlahan sambil terus dikocok sampai mengembang pucat.
  3. Masukkan telur satu persatu, sambil tetap dikocok. Kecilkan kecepatan mikser, tuang terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata.
  4. Sisihkan 2 sdm adonan, beri coklat bubuk, aduk rata. Tuang sisa adonan putih kedalam
  5. Loyang loaf 22x10cm, beri adonan coklat secara acak, kacau dengan sumpit hingga membentuk motif marmer.
  6. Panggang dalam oven dengan suhu 180’C, selama lk. 40 menit atau hingga matang.

Senin, 01 November 2010

Prol Tape Kenari


Ini bisa aku sebut Prol Tape Kenari-Perjuangan. Ceritanya begini ni:

Nggak tahu kenapa akhir-akhir ini aku kayak orang ngidam. Kepengeeeeennn banget makan prol tape, barangkali karena tiap pagi si mas yang jualan tape itu provokasi terus, "Peeee....tapeeee..." Biasanya beli cuma dimakan begitu aja, si sulung suka banget soalnya. Nah, setelah blogwalking nemu juga resep prol tape di my-sweet-little-warm-kitchen. Aku perhatikan kok kelihatannya gampang, tapi agak curiga pas lihat jumlah mentega yang dipakai - 500 gram!

Tapi karena pemilik blog menulis bahwa sumber resep dari Tabloid Saji yang notabene aku percaya, terus dia bilang sudah me-resize dan memodifikasi plus ada foto hasil akhir yang menggiurkan, ya aku jadi penasaran.

Pas aku coba benerlah..setelah dilelahkan menteganya jadinya banyak banget. Terus pas dituang ke adonan menurutku kok terlalu encer jadinya. Aku stop sebelum semuanya tertuang. Jadinya aku pakai kira-kira 3/4 nya aja.

Naa...pas dipanggang, mentega kembali mencair dan meleleh melalui sela-sela loyang, menetes ke dasar oven dan menetes lagi keluar ke sela-sela sudut-sudut oven sampai belepotan di sekitar kompor. Lelehan di dasar oven terkena panas dan menguap jadi asap yang lumayan bikin aku panik. Sekitar 20 menit buru-buru aku matikan kompor, dan aku keluarkan kuenya. Cairan mentega nampak di permukaan kue yang entah sudah mateng ato belum. Stres dah...:(

Ya udah aku tinggal tidur aja, lagian udah malam mesti nemenin si kecil bobo. Wis..aku gak mau mikirin lagi, entah besok kayak gimana tuh kue. Mana pas suami ada di rumah lagi, kalau buang segitu banyak aduuuh...nanti komentar apa itu beliau..hiks hiks..

Eeehh..pas paginya aku bangun, cairan mentega di permukaan kue sudah lenyap, barangkali dia sudah mengeras. Di sekitar loyang nampak lelehan mentega yang sudah mengeras. Pas aku pencet pakai jari ternyata kue sudah keras. Hadoooh..semoga ya semoga..Permukaan kue terus aku oles pakai kuning telur kemudian aku taburi keju sambil berharap semoga kue-nya masih bisa "diselamatkan", terus aku oven lagi sekitar sepuluh menit.

Pas aku angkat..sepertinya ya baik-baik aja tuh kue. Aku dinginkan sebentar terus aku kupas kertas roti dan aku dinginkan di rak kue tanpa dibalik. Daaaann....setelah aku potong dan icipi..hiaaaaaa...ternyata enak saudara-saudara.... :D Puji Tuhan banget dah...Jadinya itu kue bisa kemakan, anakku doyan, suami juga mau. Lega nian hati ini. Bener-bener prol tape perjuangan...:D

Ini resepnya asli dari blog my-sweet-little-warm kitchen yang aku copy-paste: 

PROL TAPE KEJU ALMOND
sumber: tabloid Saji

Bahan:
300 gr tape singkong --- aku pakai 250 gram
100 gr gula pasir
100 gr terigu
3 butir telur, kocok lepas
100 ml krim kental (resep asli pake santan) --- aku pakai santan kental
500 gr margarin, dilelehkan --- aku pakai 3/4 nya dan menurutku kebanyakan, barangkali 250 gram cukup 
50 gram keju parut
1/4 sendok teh garam

Bahan olesan: (aduk rata)
1 kuning telur
2 sdt krim kental (resep asli gak pake) --- aku gak pakai
1/4 sendok teh garam

Bahan taburan:
20 gr almond cincang (resep asli pake kenari) --- aku pakai kenari

Cara membuat :
1.Remas-remas tape singkong dan gula pasir sampai gula hancur.
2.Tambahkan tepung terigu. Aduk rata.
3.Masukkan telur, krim kental (aku pakai santan), margarin dan garam. Aduk rata. (aku masukkan parutan keju di tahap ini)
4.Tuang ke loyang 10x30x4 cm (aku pakai 20x20x4 cm) yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
5.Oven 25 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai setengah matang --- aku hanya panggang sekitar 20 menit seperti sudah aku tulis di atas kemudian aku diamkan semalam sambil menunggu mentega mengeras baru ke tahap berikutnya.
6.Oles dengan bahan olesan. Taburi almond (aku pakai kenari). Oven lagi 30 menit sampai matang --- aku hanya 10 menit.


Rabu, 15 September 2010

Ontbijtkoek (lagi)


Practice makes perfect. Ini ontbijtkoek ke sekian kalinya. Selalu pengen lagi dan lagi. Jadinya aku penasaran pengen bikin yang se-sempurna mungkin. Pernah sekali ada yang bantat, tapi ya tak apalah masih enak juga kok. Bumbu spekuk nya itu lho, ngangeni banget. Ini memang spesial. Dapat dari tbk di ruko komplek. Mereknya entah ya aku lupa, bahasa Belanda gitu. Dijualnya per kemasan plastik kecil-kecil ada yang 4000 rupiah, ada yang 8000 rupiah. Beda jauh kalau bikin ontbijtkoek pakai bumbu spekuk merek kupu-kupu. Yang ini harum banget.

Kali ini ontbijtkoek nya nggak pakai gula jawa irisan, karena aku malas ngiris-ngiris jadi aku pakai palm sugar aja. Ternyata hasilnya gak jauh beda. Cuma, menurutku lebih mantap kalo pakai gula jawa. Ini selera aja, karena kakakku tadi sms kalau bikin ontbitjkoek memang pakai palm sugar.

Yang paling bikin aku seneng kali ini, ontbijtkoek mengembang nyaris sempurna (mau bilang sempurna kok belum berani). Coba aja lihat penampakannya ini, bener-bener kelihatan kalau dicetak di loyang 24x10x7..he..he..amazing sendiri. Soalnya yang kemarin-kemarin rada-rada bantat gitu. Adaaa aja masalahnya. Nah, yang ini lebih yahud :D


Si sulung suka banget sama kue satu ini. Pagi buat sarapan sebelum sekolah, lantas bawa buat bekal sekolah. Sore bangun tidur ngemil sampai malam gak berenti-berenti sampai hampir habis dan akhirnya gak mau makan. Ya wis lah..sekali-sekali ini. Soalnya emang kue ini enaaakkk banget :D

Selasa, 17 Agustus 2010

Birthday Cake for Putri


Yippe! Akhirnya cita-citaku terkabul, bikin kue ulang tahun buat anakku. Yang pertama kue ulang tahun buat Putri. Hari ini dia ulang tahun yang kedua. Berhari-hari mikir base cakenya apa ya? Yang jelas, Putri suka sekali sama coklat. Tapi kalo coklat semua kan kurang meriah buat kue ultah anak-anak.

Akhirnya pilihan jatuh pada devil-cake, ini nyoklat banget soalnya. Juga pakai youghurt. Hampir tiap hari dia minum youghurt. Buat aksesori aku cetakin coklat smiley, ini ikon kesukaan dia juga. Di komputer dia selalu nunjuk-nunjuk ikon smiley, terus kalo pas jalan-jalan liat ikon smiley juga teriak-teriak. Aksesori lain bunga-bunga, lha wong namanya juga anak perempuan. Putri suka dikuncir rambutnya terus dipasang jepit bunga-bunga, atau ya cuma dijepit gitu aja kalo pas gak bisa diem.

Naaah..biar meriah lagi, kuenya ditaburi trimit bintang-bintang, maksudnya pas di hari ulang tahunnya ini ada berjuta harapan dan doa dipanjatkan buat Putri, biar dia jadi anak pintar, cerdas, mandiri, dan baik budi pekertinya. Pokoknya yang baik-baik lah :)

Resep devil cake nya ngambil dari buku resep Saji judulnya Cake Cokelat Populer dengan sedikit modifikasi.
Bahan:
200 gram margarin
150 gram gula pasir halus
75 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
4 butir telur
175 gram tepung terigu protein sedang
1 sdt baking powder
25 gram cokelat bubuk
60 ml susu cair hangat, dilarutkan --- aku pakai youghurt plain

Bahan topping:
100 ml susu cair
200 gram  cokelat masak pekat, dipotong-potong

Cara membuat:
1. Cake: kocok margarin dan gula pasir halus sampai lembut. Masukkan cokelat masak pekat leleh. Kocok rata.
2. Tambahkan telur satu persatu bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
3. Masukkan sisa tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan dikocok perlahan bergantian dengan larutan cokelat bubuk. 

--- pada bagian ini semua tepung-tepungan aku jadikan satu, jadi youghurt dimasukkan sendiri tidak dilarutkan bersama cokelat bubuk. Youghurt dimasukkan bergantian sama tepung-tepungan.
4. Tuang di loyang diameter 22 cm dan tinggi 4 cm yang dioles margarin dan di alas kertas roti --- aku pakai diameter 18 cm tinggi 7 cm
5. Oven 40 menit dengan suhu 180 derajat Celsius sampai matang.
6. Topping: panaskan susu cair. Matikan api. Masukkan cokelat masak pekat potong-potong. Aduk sampai cokelat larut. Siram di atas cake. Dinginkan.

Kamis, 05 Agustus 2010

Brownies Keju Pak Sahak


Udah lama naksir resep brownies keju pak Sahak. Pengen nyoba tapi gak punya kukusan yang gede.

Aku coba email pak Sahak bisa tidak brownies kukusnya dipanggang, beliau balas begini:
"Mba Elisabet
Maaf saya sendiri blm pernah mencobanya
Tapi waktu yang lalu ada pertanyaan yg sama
Lalu ada yang jawab bisa.
Tapi masuk akal.
Sebab semua jenis cake yang putih telurnya dicampur langsung bisa dipanggang.
Cuma itu yang saya tau
Kalo mau coba persilahkan.
Semoga berhasil."

Waduh, sepertinya malah memberi tantangan baru. Piye ki? Ya sudahlah, aku coba saja tantangannya. Gak akan pernah tahu kalo belum mencoba kan?

Pertamakali bingung juga karena nggak ada ukuran loyang di resep. Aku coba blogwalking siapa aja yang pernah nyoba resep ini. Ada yang bilang pake loyang bundar diameter 18, lha tapi ndak ada soal tingginya berapa. Aku punya yang tingginya 7. Ada yang bilang pake loyang persegi 20x20x4, lha ukuran ini aku ndak punya. Aku cuma punya loyang brownies 30x10x4, ada juga loyang persegi 22x22x4 tapi setelah aku coba pake metode konversi loyang yang pake perbandingan itu malah jadi bingung sendiri. Mumet.

Aku  putuskan pake loyang brownies aja, aku pikir wong namanya aja brownies ya pasti pake loyang brownies yang standar itu to? Mau modifikasi resep belum berani soale masih tahap coba-coba. Biasanya kalo udah satu ato dua kali praktik barulah berani modif, kalo masih pertama kali aku pake resep dengan ukuran yang plek sama. Ato paling banter ya bikin separuhnya.

Sekitar pukul 21.30 aku mulai tantangan.

Tahap-tahap awal tak ada masalah, melembutkan cream cheese sama butter, mengocok telur dan gula, memasukkan terigu, maizena, baking powder dan susu lancaar..Sekarang saatnya memasukkan ke loyang yang sudah dioles dan dialas kertas roti. Waduh, kok pas banget banget ya? Lihat aja nih, ini penampakan pas baru aku masukkan ke oven:


Ini sekitar 30 menit sesudahnya, adonan naik tapi tak luber, warnanya kuning keemasan dan permukaannya retak.


Beberapa menit kemudian aku coba tes tusuk. Merasa udah matang, aku keluarkan dari oven. Setelah agak dingin, dilepas (tapi tidak dibalik) dan diletakkan di atas rak pendingin. Eeeh..sekitar 10 menit kemudian aku tengok, ternyata kempis..hiks. Ini penampakannya:


Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Ndak sempet ngicipi. Udah jam 23.00. Besok aja lah. Pagi-pagi aku bangun terus nengok brownies..ya tetep aja. Pas aku potong, baru kelihatan kalo di bagian bawah ada kayak bantat gitu. Warnanya lebih gelap. Aku cicip..weee..enak banget. Empuk dan lembuttt...Terus aku coba olesi selai mullberry (ini yang kebetulan ada), waaa...tambah nikmat. Pas banget jadinya. Rasa cream cheese, susu, plus sentuhan asam mullberry..hmmm heaven! Penampakannya ya seperti foto di atas itu. Biar begitu, masih penasaran aku, kayaknya perlu dicoba bikin lagi biar makin sempurna.

O iya, ini resepnya:

Brownies (Kukus)Keju Pak Sahak
Bahan A:
Telur 3 butir
Gula 100 gr
TBM 1 sdm

Bahan B :
Tepung terigu 60 gr
Maizena 20 gr
Garam 1 sdt
Susu bubuk 40 gr

Bahan C :
250 cream cheese
50 gr butter dikocok sampai lembut

Cara membuatnya :
Kocok bahan A sampai mengembang
Masukan bahan B lalu aduk sampai rata.
Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan keadonan lalu aduk sampai rata.
Tuang ke loyang lalu kukus kurang lebih 20 menit -- aku memanggang dengan suhu sekitar 130 derajat Celcius (ini karena ovenku emang cepat panas, setiap mencoba resep selalu aku turunkan beberapa derajat di bawahnya, jika ingin mencoba silakan sesuaikan dengan oven masing-masing)

Kamis, 29 Juli 2010

Brownies


Ini kue pertama yang dimasak di rumah kontrakan. Kontrak? Iya, mulai Senin kemarin kami sekeluarga pindah sementara ke rumah tetangga, jaraknya cuma dua rumah dari rumah lama. Soalnya rumah kami sedang direnovasi. Rencana kami ingin tambah kamar. Melebar tak mungkin karena di perumahan ini tembok kami menyatu dengan tetangga kiri kanan. Ke bawah? Waa..ntar dikira bikin bungker buat pabrik sabu. Akhirnya kami putuskan tambah ke atas alias ningkat rumah. Gak mungkin kalo kami tetep di sana, akhirnya pindah sementara mungkin 3 atau 4 bulan saja.

Rumah kontrakan ini rumah baru, belum pernah ditempati. Ya masih bersih lah. Hanya nggak punya toren ato tempat penampungan air di atas. Jadi sedikit boros listrik karena sekali muter kran berarti nyalain pompa. Dibandingin di rumah lama yang dalam sehari kami batasi hanya dua kali nyalain pompa. Di sini sehari bisa berkali-kali. Ya wis lah, sementara ini.

Hari Senin kami sibuk angkat-angkat barang dari rumah. Karena jaraknya dekat, ya bolak-balik aja. Maju mundurin mobil. Tukang juga dimintai tolong angkut-angkut. Pokoke sehari itu lumayan berat lah. Malamnya kami makan malam di Sumarecon Mall, nyari tomyam soale aku sama suami udah mau flu aja bawaannya.

Hari Selasa masih benah-benah, selama dua hari itu aku beli masakan jadi aja. Praktis wong ndak sempat masak. Nah..hari Rabu agak longgar. Aku coba masak di dapur sekalian aja bikin kue sore harinya. Kebetulan loyang brownis juga baru beli beberapa hari sebelumnya di Titan. Pilih resep brownis karena irit telur (eh, di saat harga telur melambung kalo mo baking pilih-pilih yang gak pake telur banyak), lagian aku masih punya sisa coklat Tulip banyak. Daripada dibiarin aja, mending dibuat kue aja.

Hasilnya uenak. Biar ini pertama kali bikin brownis ternyata tak sulit. Anak-anak suka, suami doyan. Aku juga. Wuih seneng sekali rasanya kalo kue bikinan disenangin mereka :D

Ini resepnya, nyontek dari buku tipis Cake Cokelat Populer dari Saji hal. 22-23:
Bahan:
120 gram margarin
150 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
2 butir telur
125 gram gula pasir
50 gram tepung terigu protein sedang
1/4 sdt baking powder
35 gram kacang tanah kupas, dicincang kasar
15 gram kacang tanah kupas, dicincang kasar untuk taburan.

Cara membuat:
1. Panaskan margarin. Matikan api. Tambahkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai larut. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula pasir sampai kental 3 menit. Masukkan campuran margarin sedikit-sedikit sambil dikocok rata. Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
3. Masukkan kacang tanah. Aduk rata. Tuang di loyang 30x10x4cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Taburkan kacang tanah cincang.
4. Oven 35 menit dengan suu 180 derajat Celcius. Dinginkan.
3.

Senin, 12 Juli 2010

Wajah Lain Buttercake 2 Telur


Minggu kemarin arisan keluarga. Bingung mau bawa apa ya? Maunya yang sederhana bikinnya dan murah meriah. Secara harga-harga sekarang pada melambung je...Setelah blogwalking, pilihanku jatuh pada Cinnamon Cakenya Fatmah Bahalwan. Dasarnya buttercake 2 telur terus diberi taburan gula halus dan bubuk kayu manis.  Dicetak pakai loyang 22x22x4 terus dipotong-potong. Asyiikk..kan nanti jadi banyak. Ini sesuai sama bujetku :D

Bahan-bahan semua sudah ada. Tinggal baking-baking aja. Dulu aku pernah nih bikin cupcake dengan resep yang sama tapi gulanya aku kurangi karena rasanya kemanisan. Kali ini aku kurangi gulanya jadi 200 gram saja dari semula 250 gram.

Eh..ndilalah, setelah jadi permukaannya masih rada kurang matang, jadi masih terlalu empuk. Pas aku cowel, malah rada ngelupas. Jadinya aku pakai plan B aja. Permukaannya aku kelupas sekalian, terus dikasih selai mullberry - yang kebetulan ada di rumah - yang dididihkan dengan air panas dan diberi bubuk jeli. Sesudahnya diletakkan buah strawberry sebagai pemanis dan dipulas jelly biar mengkilat dan menempel.

Sebenarnya fungsi strawberry ini bukan cuma hiasan lho, tapi untuk penawar rasa juga karena cake-nya aku kira masih terlalu manis. Nah, penampilannya jadi seperti di foto itu. Kata suamiku sih, "penampilannya elit" hi..hi..jadinya berbunga-bunga hatiku..:P

Rabu, 02 Juni 2010

Ontbijtkoek Cokelat


Ini kue masa lalu. Waktu aku kecil ibu sering sekali bikin kue ini. Bumbu spekuk yang meruar saat kue di oven berbau khas banget. Haruum... Menurut hasil googling, spekuk asal katanya spekkoek - kue berbentuk lemak dan berlapis-lapis. Kita kenal kue jenis itu dengan nama lapis legit. Bumbu spekuk yang berbentuk tepung bubuk berwarna coklat itu sendiri gabungan rempah-rempah pala, kayu manis, dan coklat.

Nah, kalo ontbijtkoek artinya sarapan. Jadi ini kue biasa dihidangkan buat sarapan pagi. Kalo dilihat dari bahan-bahan dan cara membuatnya, menurutku kue ini ya sponge cake, cuma diberi bumbu spekuk tadi. O ya, yang khas adalah adanya taburan kacang kenari. Jadinya saat digigit ada kretuk-kretuk gurihnya kenari.

Setelah puluhan tahun tak ketemu ontbijtkoek, aku dapat resepnya di Tabloid Saji edisi 100/th.IV/13-26 Juni 2007. Udah setahun lalu cuma ditumpuk aja, baru setelah sekarang semangat baking membara, aku coba resepnya. Di Saji, disajikan empat varian ontbijtkoek: cokelat, keju, kelapa, dan karamel.

Karena pertama kali bikin sendiri tanpa ada ibu-ku seperti di jaman dulu, yaa aku pilih ontbijtkoek cokelat. Pikirku kalo bantat setidaknya aku masih mau makan he..he..Awalnya pas mulai bikin, persiapan rasanya udah matang. Bahan-bahan komplit - kecuali kacang kenari aku ganti kacang almond aja sisa bikin praline coklat waktu itu, ditimbang sesuai ukuran. Loyang disiapkan, oles mentega, kasih kertas, oles mentega lagi. Oven udah nangkring di kompor, mulai dipanaskan. Sekarang saatnya mengocok gula dan telur.

Lah...ternyata pas lagi asyik mengocok gas habis! Mana hujan deras lagi. Waduh, mulai dah ketegangan merambat naik. Telpon warung minta diantar gas, sekarang juga, biarpun hujan kalo bersedia ngantar aku kasih tambahan biaya. Eh, kok ya gas yang gede abis, adanya yang kecil. Katanya mau dipinjami dulu cuma bayar 15 ribu. Ya udah aku nurut. Ditunggu lama, itu gas ndak datang juga. Adonan yang dikocok udah mulai mengembang. Bentar lagi dituang tepung dan tuang di loyang. Harusnya kan langsung masuk oven, takut kenapa-napa. Hujan makin deras.

Ditunggu lagi. Sampai pas udah tinggal masuk oven, si gas belum juga datang. Hujan udah mulai rintik-rintik. Aku susul ke warung pake mobil. Sampai sana kata yang punya warung orangnya udah berangkat dari tadi. Lah, nyasar kemana coba? Udah makin panik. Sampai rumah belum juga datang gasnya. Ditunggu lagi. Mau beli gas sendiri ndak berani pasang ke kompor. Gak ada cara lain. Menunggu aja.

Sampai akhirnya mas yang bawa gas datang juga. Naik motor sambil bawa payung di tangan kirinya. Jalannya pelaan banget. Di belakang bawa dua tabung gas gede, di depan kakinya mengapit tabung gas kecil. Aduuuhh..mas kemana aja? Katanya tadi ngambil gas dulu di gudangnya. Walah!

Perlu beberapa menit lagi buat manasin oven. Sampai akhirnya suhu ke 170 derajat Celcius, barulah aku panggang adonan. Sambil berdoa, pasrah. Mau bantat ya situlah. Mau apa lagi? O ya, harusnya di resep dipanggang pada suhu 190 derajat selama 15 menit, kemudian diturunkan suhunya 180 derajat dan panggang lagi 15 menit. Lah, tapi aku gak mudeng bagaimana cara menurunkan suhu pakai otang. Aku pakai aja suhu 170 derajat flat sampai sekitar 30 menit. Ini suhu yang aku biasa pakai kalo bikin kue. Dan, hasilnya ternyata gak bantat lho. Kuenya harum, empuk, gak eneg, dan mentul-mentul - eh apa ya bahasa Indonesianya yang baik? Pokoke kayak ada sensasi tersendiri gitu..adooh...:P

Ini resepnya:
Bahan:
4 butir telur
75 gram gula pasir
50 gram gula merah, disisir halus
1 sdt emulsifier (aku pake ovalet)
100 gram tepung terigu protein sedang (aku pake segitiga biru)
30 gram cokelat bubuk
2 sdt bumbu spekuk
50 gram kacang kenari, dicincang kasar (aku pake kacang almond)
50 gram margarine, dilelehkan
25 ml susu cair

Cara membuat:
1. Kocok telur, gula pasir, gula merah, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan bumbu spekuk sambil diayak dan diaduk rata.
2. Masukkan margarine leleh dan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. Tambahkan kenari. Aduk rata.
3. Tuang di loyang loaf 24x10x7 cm yang dioles margarine dan dialas kertas roti.
4. Oven 15 menit dengan suhu 190 derajat Celcius. Turunkan suhunya 180 derajat Celcius. Oven lagi 15 menit sampai matang.

Minggu, 30 Mei 2010

Cheese Sponge-Cake


Udah dari kemarin pengen bikin cake lagi. Udah kebayang mau yang pake parutan keju. Tapi hari Jumat sore ngajak anak-anak berenang sampai malam di Ocean Park, BSD. Karena badan lagi gak fit jadinya meriang. Si sulung juga pilek jadinya. Suami sih sehat-sehat aja, lha wong kepala suku, mau sampai malam main air juga senyam senyum aja beliau. Hari Sabtu jalan sama suami nyari buku ke Aksara sama ke Times. Malam mau bikin cake, kata suami, "Udahlah, besok aja, sekarang semangat besoknya tepar lagi". Ya wis lah, nurut aja.

Nah, tapi minggu ini hasrat sudah tak bisa dihadang lagi. Kepengeen bangettt..Sementara suami pergi urusan kerjaan di hari Minggu. Aku bersibuk-sibuk di dapur. Pokoke yang penting sayur dan lauk-pauk buat anak-anak sudah mateng. Tinggal saatnya "me-time". Timbang-timbang bahan. Dan...tarrraaa..inilah dia: cheese sponge cake.

Pas mateng, lagi dijepret-jepret suami datang. "Waah..ini beli nih..gak bikin sendiri," katanya sambil nyomot satu potong. Weee..enak aja, wong oven masih nangkring di kompor dan dapur masih berantakan juga. Abis kunyah-kunyah, dia nyeletuk lagi, "Enak, enak. Lembut banget," naaahh kan, baru nyadar dia kalo isterinya ini pinter bikin makanan yang uenak-uenak hi..hi..

Resepnya aku pake resep standard sponge cake, sama seperti di posting yang lalu. Cuma penyelesaiannya yang dimodifikasi. Aku belah dua, olesi butter cream, tumpuk lagi. Atasnya sama pinggirnya dioles butter cream lagi. Terus toppingnya parutan keju. Biar lebih berwarna dikit, aku taburi sprinkle bintang-bintang warna ungu, sesuai sama background. Naah..cantik kan?  *dipuji sendiri biar gak minder* :D