Rabu, 02 Juni 2010

Ontbijtkoek Cokelat


Ini kue masa lalu. Waktu aku kecil ibu sering sekali bikin kue ini. Bumbu spekuk yang meruar saat kue di oven berbau khas banget. Haruum... Menurut hasil googling, spekuk asal katanya spekkoek - kue berbentuk lemak dan berlapis-lapis. Kita kenal kue jenis itu dengan nama lapis legit. Bumbu spekuk yang berbentuk tepung bubuk berwarna coklat itu sendiri gabungan rempah-rempah pala, kayu manis, dan coklat.

Nah, kalo ontbijtkoek artinya sarapan. Jadi ini kue biasa dihidangkan buat sarapan pagi. Kalo dilihat dari bahan-bahan dan cara membuatnya, menurutku kue ini ya sponge cake, cuma diberi bumbu spekuk tadi. O ya, yang khas adalah adanya taburan kacang kenari. Jadinya saat digigit ada kretuk-kretuk gurihnya kenari.

Setelah puluhan tahun tak ketemu ontbijtkoek, aku dapat resepnya di Tabloid Saji edisi 100/th.IV/13-26 Juni 2007. Udah setahun lalu cuma ditumpuk aja, baru setelah sekarang semangat baking membara, aku coba resepnya. Di Saji, disajikan empat varian ontbijtkoek: cokelat, keju, kelapa, dan karamel.

Karena pertama kali bikin sendiri tanpa ada ibu-ku seperti di jaman dulu, yaa aku pilih ontbijtkoek cokelat. Pikirku kalo bantat setidaknya aku masih mau makan he..he..Awalnya pas mulai bikin, persiapan rasanya udah matang. Bahan-bahan komplit - kecuali kacang kenari aku ganti kacang almond aja sisa bikin praline coklat waktu itu, ditimbang sesuai ukuran. Loyang disiapkan, oles mentega, kasih kertas, oles mentega lagi. Oven udah nangkring di kompor, mulai dipanaskan. Sekarang saatnya mengocok gula dan telur.

Lah...ternyata pas lagi asyik mengocok gas habis! Mana hujan deras lagi. Waduh, mulai dah ketegangan merambat naik. Telpon warung minta diantar gas, sekarang juga, biarpun hujan kalo bersedia ngantar aku kasih tambahan biaya. Eh, kok ya gas yang gede abis, adanya yang kecil. Katanya mau dipinjami dulu cuma bayar 15 ribu. Ya udah aku nurut. Ditunggu lama, itu gas ndak datang juga. Adonan yang dikocok udah mulai mengembang. Bentar lagi dituang tepung dan tuang di loyang. Harusnya kan langsung masuk oven, takut kenapa-napa. Hujan makin deras.

Ditunggu lagi. Sampai pas udah tinggal masuk oven, si gas belum juga datang. Hujan udah mulai rintik-rintik. Aku susul ke warung pake mobil. Sampai sana kata yang punya warung orangnya udah berangkat dari tadi. Lah, nyasar kemana coba? Udah makin panik. Sampai rumah belum juga datang gasnya. Ditunggu lagi. Mau beli gas sendiri ndak berani pasang ke kompor. Gak ada cara lain. Menunggu aja.

Sampai akhirnya mas yang bawa gas datang juga. Naik motor sambil bawa payung di tangan kirinya. Jalannya pelaan banget. Di belakang bawa dua tabung gas gede, di depan kakinya mengapit tabung gas kecil. Aduuuhh..mas kemana aja? Katanya tadi ngambil gas dulu di gudangnya. Walah!

Perlu beberapa menit lagi buat manasin oven. Sampai akhirnya suhu ke 170 derajat Celcius, barulah aku panggang adonan. Sambil berdoa, pasrah. Mau bantat ya situlah. Mau apa lagi? O ya, harusnya di resep dipanggang pada suhu 190 derajat selama 15 menit, kemudian diturunkan suhunya 180 derajat dan panggang lagi 15 menit. Lah, tapi aku gak mudeng bagaimana cara menurunkan suhu pakai otang. Aku pakai aja suhu 170 derajat flat sampai sekitar 30 menit. Ini suhu yang aku biasa pakai kalo bikin kue. Dan, hasilnya ternyata gak bantat lho. Kuenya harum, empuk, gak eneg, dan mentul-mentul - eh apa ya bahasa Indonesianya yang baik? Pokoke kayak ada sensasi tersendiri gitu..adooh...:P

Ini resepnya:
Bahan:
4 butir telur
75 gram gula pasir
50 gram gula merah, disisir halus
1 sdt emulsifier (aku pake ovalet)
100 gram tepung terigu protein sedang (aku pake segitiga biru)
30 gram cokelat bubuk
2 sdt bumbu spekuk
50 gram kacang kenari, dicincang kasar (aku pake kacang almond)
50 gram margarine, dilelehkan
25 ml susu cair

Cara membuat:
1. Kocok telur, gula pasir, gula merah, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan bumbu spekuk sambil diayak dan diaduk rata.
2. Masukkan margarine leleh dan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. Tambahkan kenari. Aduk rata.
3. Tuang di loyang loaf 24x10x7 cm yang dioles margarine dan dialas kertas roti.
4. Oven 15 menit dengan suhu 190 derajat Celcius. Turunkan suhunya 180 derajat Celcius. Oven lagi 15 menit sampai matang.

Tidak ada komentar: