Jumat, 24 Desember 2010

Spekulas Almond


Di jelang Natal, aku bikin spekulas. Ini sudah yang ketiga kali. Resepnya aku pilih yang ditulis Fatmah Bahalwan. Yakin enak dan anti gagal. Bahkan satu kotak mika isi 200 gram laku terjual, lumayan lah...:D Yang lainnya ludes dimakan sendiri. Semua pada suka.

Resepnya aku ambil dari buku 60 cake dan cookies anti-gagal. Tapi di situs NCC nya ada kok. Kalau mau lihat sila klik di sini.

Jika tak mau repot browsing, ini aku copy-paste dari situs NCC:


Bahan:
250 gr        tepung terigu
100 gr        gula palem
125 gr        mentega
1 sdm         bumbu spekoek
2 sdm         susu cair --- aku perlu sekitar 4-5 sdm susu
50 gr          kacang kenari / kacang mede, panggang, cincang kasar --- aku pakai almond bubuk 50 gr

Cara Membuat:
  1. Kocok gula palem dan mentega hingga lembut, masukkan campuran tepung dan bahan-bahan lainnya, aduk rata hingga adonan dapat dipulung.
  2. Gilas adonan setebal 3 mm, cetak sesuai selera dan letakkan pada loyang datar yang telah dioles margarin.
  3. Panggang dalam oven dengan suhu 150°C dengan api bawah selama 30 menit hingga matang, angkat.

Brownies buat bu guru


Ini brownies bingkisan natal buat miss Debby dan miss Christine, mereka guru Putri di kelas Toddler. Aku sampaikan pas sekalian ambil rapot kemarin. Gak sempat bikin yang besar, inipun bikinnya pagi-pagi. Jam 7 matang, dinginin sebentar, kemas, foto, terus dibawa ke sekolah.

O ya, aku tempelkan merek dagang-ku yang baru: Kapulaga. Ini merek bakulan kue yang baru setelah sebelumnya aku pakai nama Kitchen Project. Yang ini aku lebih suka karena menggunakan bahasa Indonesia. Semoga jualan jadi laris manis...:D

Rapot Putri nilainya biasa saja, tak terlalu menonjol. Kecuali di pelajaran menggambar dia dapat nilai O yang artinya Outstanding. Sementara untuk bahasa (sekolah Putri pakai pengantar bahasa Inggris) dia dapat I, artinya need Improvement. Ah, tak mengapa. Putri sebenarnya termasuk anak yang lambat bicara. Psikolog-nya bilang ia dimasukin sekolah saja supaya sosialisasi. Bulan September lalu Putri mulai kelas Toddler-nya. Jadi baru sekitar 4 bulan ia sekolah.

Sewaktu final test kemarin Putri lebih suka mengerjakan tugas menggambar, mewarnai, menghubungkan titik, ataupun mencocokkan gambar dan bayangannya. Sementara tugas menyebutkan angka dia sungkan. Dieeemmm aja :P  Naaa..sesudah final test, beberapa hari kemudian dia malah jadi cerewet di rumah. Setiap saat menghitung one...two..three..four..five.. waaaa...telat nak hi..hi..:D

Awalnya Putri gampang ditinggal di kelas, ia nampak mandiri. Tapi akhir-akhir ini sulit ditinggal dan minta ditemani di kelasnya. Entah mengapa. Miss Debby, wali kelasnya bilang, Putri suka cemburu jika bu guru lebih perhatian ke anak lain. Jadinya ia minta ibu-nya yang temani. Ini terjadi semenjak ada beberapa anak baru di kelasnya. Semoga tahun depan Putri kembali mandiri lagi, kata miss Debby. Iyalah, semoga ya miss..terima kasih sudah sabar menghadapi Putri.

Jumat, 17 Desember 2010

Klappertaart

Aku suka klappertaart. Ini coba bikin sendiri tapi versi sederhana dan gampang. Sudah lama sih, cuma baru sempat diunggah. Resepnya ambil dari blognya alm. Bunda Inong. Aku pikir resep nya murah meriah, jadi aku coba aja. Ketimbang bikin yang versi Wilton seperti yang banyak sliweran di milis. Dan ini hasilnya..

Selasa, 09 November 2010

Puding Mangga


Tahu puding ini dari blog Widya Cakes milik Widya Hidayat. Kayaknya kok gampang banget, pengen nyoba tapi belum juga kesampaian. Nah, beberapa hari terakhir di milis rame ngomongin soal puding mangga dan muncul alternatif lain. Meski masih dengan resep puding mangga dari Widya, Renny - pemilik blog Twincake membuat modifikasi. Tampilan di fotonya nampak menarik dengan garnish anggur, strawberi, dan mangga. Nampak segar dan meriah. Ah, aku pilih resep modifikasi ini saja untuk uji coba.

Yang membuat aku kagum adalah ide Renny menambah mangga yang diblender dan bubuk jeli. Ini ide cemerlang karena menambah kuat rasa mangga serta menambah kenyal dan padat tekstur puding. Meski awalnya Renny bilang ide ini tak direncanakan di awal. Di blognya ia cerita kalau mangga yang dibeli yang semula hanya untuk garnish ternyata kebanyakan, jadi ia blender saja buat campuran puding. 

Jadinya memang rasa puding menjadi "sangat mangga sekali". Nah, ini resepnya aku copy-paste dari blog Twincake. O ya, aku hanya buat setengah resep dan jadi 20 cup plastik seperti di foto.Untuk garnishnya aku hanya pakai irisan buah mangga.

Puding Mangga
Bahan:
* 2 kaleng Susu Kental Manis
* 1 bungkus agar-agar merk Swallow warna orange --- sayangnya aku hanya punya yang tak berwarna
* 1 bungkus Nutrijel rasa mangga
* 12 kaleng air (ukuran menggunakan kaleng Susu Kental Manis)
* 2 buah mangga harum manis ukuran sedang, blender menggunakan 1 kaleng air dari point sebelumnya.

Hiasan :
* Anggur
* Mangga Harum manis, potong dadu
* Strawberry, belah dua
* Sirup ABC Mangga Squash

Cara Membuat :
* Semua bahan dijadikan satu, masak dan aduk perlahan hingga mendidih.
* Tuang ke dalam gelas saji
* Beri satu sendok makan sirup ABC Mangga Squash
* Beri sebutir anggur, 2-3 potong mangga dan setengah buah strawberry

Minggu, 07 November 2010

Simple Marmer Pound Cake


Bukannya gak prihatin sama bencana Merapi meletus, tapi mentega Orchid ku sudah nyaris kadaluarsa dan harus segera dipakai. Jadinya pagi ini tetep bikin kue buat sarapan di Minggu pagi. Alasan lainnya karena pengen nyoba resep di buku 60 Resep Cake & Cookies Antigagal terbitan NCC serta tergiur posting uji coba resep ini di blog Radissa Cake & Catering. 

Di posting tentang simple marmer pound cake, Citra, si pemilik blog bilang kalau hasil akhir kue ini legit dan lembut. Duh, jadi pengen nyoba. Apalagi memang benar kata Citra, ini kue masa lalu. Kalau dia bilang ingat kue bikinan Mbah Uti, kalau aku bilang ingat kue bikinan ibuku.

O ya, menurut Citra, cake ini disebut Pound Cake karena resep aslinya terdiri dari 1 pound terigu, 1 pound butter, 1 pound gula dan 1 pound telur. 1 pound itu sekitar 454 gram atau hampir setengah kilo. Kalau mau cerita lengkapnya di wikipedia bisa klik di sini. 

Daaan...setelah aku uji coba, hasilnya beneran legit dan lembut. Uenak tenan. Jadi nostalgia inget masa-masa ibu bikin kue seperti ini, diunter-unter coklatnya biar bentuk marmer di permukaan adonan. Baunya juga...hmm..semerbak mewangi khas gitu. Bedanya ya di loyang. Jaman dulu loyang ibuku adalah loyang bundar yang bolong tengahnya.

Ini resepnya, aku copy paste dari blog Radissa Cake & Catering, resep ini ada juga di buku 60 Resep Cake & Cookies Antigagal hal. 26:

Simple Marmer Pound Cake
Bahan:
150 gr   mentega
100 gr   gula pasir
3 btr      telur utuh
1 btr      kuning telur
150 gr   tepung terigu
1 sdt     baking powder
1 sdt     coklat bubuk

Cara membuatnya:
  1. Campur tepung terigu dan baking powder, sisihkan.
  2. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula pasir perlahan sambil terus dikocok sampai mengembang pucat.
  3. Masukkan telur satu persatu, sambil tetap dikocok. Kecilkan kecepatan mikser, tuang terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata.
  4. Sisihkan 2 sdm adonan, beri coklat bubuk, aduk rata. Tuang sisa adonan putih kedalam
  5. Loyang loaf 22x10cm, beri adonan coklat secara acak, kacau dengan sumpit hingga membentuk motif marmer.
  6. Panggang dalam oven dengan suhu 180’C, selama lk. 40 menit atau hingga matang.

Selasa, 02 November 2010

Killer Brownies: The Series - feat. Peanut


Jiaaah....gaya ya judulnya :P Ini lagi sok-sokan, tapi emang brownies yang ini rasanya ruarr biasa..Aku coba kali ini gak pake kenari tapi pake kacang tanah. Rasanya tetep enak banget. Sensasinya sedikit beda, tapi rasa kacang tanahnya itu lho, terus jadi berasa banget sewaktu gigit ada kletuk-kletuk nya, biarpun ndak keras banget lo ya. Tapi ya kembali ke selera, monggo saja mau pilih yang mana. Pan kapan mau coba yang kacang mete ah..

Resepnya masih sama plek seperti killer brownies yang kemarin aku unggah, hanya saja kenarinya diganti kacang tanah

Salam brownies :)

Senin, 01 November 2010

Prol Tape Kenari


Ini bisa aku sebut Prol Tape Kenari-Perjuangan. Ceritanya begini ni:

Nggak tahu kenapa akhir-akhir ini aku kayak orang ngidam. Kepengeeeeennn banget makan prol tape, barangkali karena tiap pagi si mas yang jualan tape itu provokasi terus, "Peeee....tapeeee..." Biasanya beli cuma dimakan begitu aja, si sulung suka banget soalnya. Nah, setelah blogwalking nemu juga resep prol tape di my-sweet-little-warm-kitchen. Aku perhatikan kok kelihatannya gampang, tapi agak curiga pas lihat jumlah mentega yang dipakai - 500 gram!

Tapi karena pemilik blog menulis bahwa sumber resep dari Tabloid Saji yang notabene aku percaya, terus dia bilang sudah me-resize dan memodifikasi plus ada foto hasil akhir yang menggiurkan, ya aku jadi penasaran.

Pas aku coba benerlah..setelah dilelahkan menteganya jadinya banyak banget. Terus pas dituang ke adonan menurutku kok terlalu encer jadinya. Aku stop sebelum semuanya tertuang. Jadinya aku pakai kira-kira 3/4 nya aja.

Naa...pas dipanggang, mentega kembali mencair dan meleleh melalui sela-sela loyang, menetes ke dasar oven dan menetes lagi keluar ke sela-sela sudut-sudut oven sampai belepotan di sekitar kompor. Lelehan di dasar oven terkena panas dan menguap jadi asap yang lumayan bikin aku panik. Sekitar 20 menit buru-buru aku matikan kompor, dan aku keluarkan kuenya. Cairan mentega nampak di permukaan kue yang entah sudah mateng ato belum. Stres dah...:(

Ya udah aku tinggal tidur aja, lagian udah malam mesti nemenin si kecil bobo. Wis..aku gak mau mikirin lagi, entah besok kayak gimana tuh kue. Mana pas suami ada di rumah lagi, kalau buang segitu banyak aduuuh...nanti komentar apa itu beliau..hiks hiks..

Eeehh..pas paginya aku bangun, cairan mentega di permukaan kue sudah lenyap, barangkali dia sudah mengeras. Di sekitar loyang nampak lelehan mentega yang sudah mengeras. Pas aku pencet pakai jari ternyata kue sudah keras. Hadoooh..semoga ya semoga..Permukaan kue terus aku oles pakai kuning telur kemudian aku taburi keju sambil berharap semoga kue-nya masih bisa "diselamatkan", terus aku oven lagi sekitar sepuluh menit.

Pas aku angkat..sepertinya ya baik-baik aja tuh kue. Aku dinginkan sebentar terus aku kupas kertas roti dan aku dinginkan di rak kue tanpa dibalik. Daaaann....setelah aku potong dan icipi..hiaaaaaa...ternyata enak saudara-saudara.... :D Puji Tuhan banget dah...Jadinya itu kue bisa kemakan, anakku doyan, suami juga mau. Lega nian hati ini. Bener-bener prol tape perjuangan...:D

Ini resepnya asli dari blog my-sweet-little-warm kitchen yang aku copy-paste: 

PROL TAPE KEJU ALMOND
sumber: tabloid Saji

Bahan:
300 gr tape singkong --- aku pakai 250 gram
100 gr gula pasir
100 gr terigu
3 butir telur, kocok lepas
100 ml krim kental (resep asli pake santan) --- aku pakai santan kental
500 gr margarin, dilelehkan --- aku pakai 3/4 nya dan menurutku kebanyakan, barangkali 250 gram cukup 
50 gram keju parut
1/4 sendok teh garam

Bahan olesan: (aduk rata)
1 kuning telur
2 sdt krim kental (resep asli gak pake) --- aku gak pakai
1/4 sendok teh garam

Bahan taburan:
20 gr almond cincang (resep asli pake kenari) --- aku pakai kenari

Cara membuat :
1.Remas-remas tape singkong dan gula pasir sampai gula hancur.
2.Tambahkan tepung terigu. Aduk rata.
3.Masukkan telur, krim kental (aku pakai santan), margarin dan garam. Aduk rata. (aku masukkan parutan keju di tahap ini)
4.Tuang ke loyang 10x30x4 cm (aku pakai 20x20x4 cm) yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
5.Oven 25 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai setengah matang --- aku hanya panggang sekitar 20 menit seperti sudah aku tulis di atas kemudian aku diamkan semalam sambil menunggu mentega mengeras baru ke tahap berikutnya.
6.Oles dengan bahan olesan. Taburi almond (aku pakai kenari). Oven lagi 30 menit sampai matang --- aku hanya 10 menit.


Kamis, 28 Oktober 2010

Killer Brownies a ka Pennylane Brownies


Akhirnya berhasil juga setelah nyoba yang keduakalinya :D

Ini resep brownies yang bikin penasaran, soale banyak yang ngomongin di milis dan juga banyak yang bilang enak banget. Di google, jika ketik "pennylane brownies", dalam 0,09 detik akan muncul 12.700 hasil. Wow! Mereka ada yang berupa gambar, resep, testimoni yang semuanya bernada positif. Luar biasa ya.

Pennylane Brownies, atau yang juga disebut Killer Brownies setahu aku (hasil googling) adalah resep milik Riana Ambarsari, fotografer sekaligus pengajar kursus fotografi di NCC dan pemilik blog pennylane kitchen. Menurut cerita, Riana memodifikasi resep brownies home-made ibu-ibu Amrik. Riana juga pernah jualan brownies ini dan sangat laku. Resep ini juga sudah dimuat di salah satu halaman buku terbitan NCC berjudul "18 Cake dan Cookies: Step by step dan Jurus-jurus Jitu". Kabarnya pula, banyak member NCC yang menjadikan brownies ini sebagai dagangan andalannya. Kalau aku yang jualan, laku juga tidak ya?

Aku sendiri baru sekali bertemu Riana sewaktu acara buka bersama NCC-FPC 31Agustus lalu. Ia berkulit putih, mengenakan jilbab. Penampilannya gaya dan dinamis dengan sepatu boot sebagai alas kaki. Riana masih muda-mungkin sekitar tigapuluh tahun umurnya. Ia juga cantik, terkesan energik, dan ramah. Menurutku ia perempuan yang cerdas. Saat itu hanya sedikit kami berbincang. Namun, sesudah acara usai, kami sempat berfoto bersama.

Nah, ini foto kami berdua dengan hasil foto masing-masing. Jangan bandingkan hasil jepretanku dengan karya Riana, sudah tentu kalah jauh, meski di acara bukber itu fotoku dipilih dan aku pulang bawa suvenir :D (cerita lengkapnya ada di sini).

Selanjutnya aku belum pernah bertatap muka lagi dengan Riana. Di acara demo NCC di Pejaten 23 Oktober kemarin aku memang lihat Riana, tapi ia nampak sibuk sebagai fotografer dan kami juga tak bertatap muka. Maklum, aku duduk di belakang dengan dua anak yang tak bisa diam. Tak mengapa, barangkali lain waktu. 

Kembali ke brownies. Setelah uji coba di dapurku, hasilnya memang se-luar biasa yang aku baca. Beneran enak banget! Anakku suka, suamiku juga. Jadi, Big Thanks to Riana :D

Dan ini resepnya yang aku ambil dari blog milik Elsye
(aku cuma bikin separo resep dengan loyang 20x20x4 dan gula pasir 175 gram)

Pennylane Brownies - Killer Brownies

Bahan:
4 btr telur
450 gr gula pasir
225 gr minyak goreng
60 gr coklat bubuk
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanilla bubuk
120 gr kenari
85 gr chocolate chips

Cara membuat:
- Alasi loyang dengan kertas roti dan olesi mentega. Panaskan oven 180 derajat Celcius.
- Campur coklat bubuk, terigu dan vanilla bubuk.
- Kocok telur dan gula sampai mengembang dan butiran gula menjadi lebih halus. Masukkan garam, kocok lagi hingga rata.
- Matikan mixer, ayakkan campuran tepung ke dalam adonan telur, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk rata.
- Masukkan kenari dan chocolate chips, aduk rata.
- Tuang adonan ke loyang, panggang kurang lebih 35 menit. Tes dengan tusuk gigi/lidi bersih.
- Dinginkan sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong-potong.

Minggu, 24 Oktober 2010

Lemet

Begini cara membaca judul di atas: "e" yang pertama diucapkan seperti pada kata "pertama" sementara "e" yang kedua seperti pada kata "Aceh". Nah, dapat kan pengucapannya? Kata teman yang orang Sunda, ia diberi nama "Ketimus" kalo "e" yang ini diucapkan seperti pada kata "pertama".

Selain itu, aku tak tahu apakah di daerah lain ada tidak makanan seperti ini. Yang jelas, ia terbuat dari campuran parutan singkong, parutan kelapa (yang tidak terlalu tua, seperti untuk bikin urap misalnya), gula jawa yang disisir halus, dan irisan nangka (ini selera aja, kalo aku suka banget karena nanti akan harum baunya). O ya tambahi garam sedikiiiit banget sekadar untuk penyeimbang rasa.

Setelah bahan tercampur bungkus dengan daun pisang. Sederhana aja bungkusnya, tinggal ditangkupkan vertikal kemudian ujung-ujungnya dilipat ke bawah supaya rapi dan juga tidak meleber kemana-mana jika nanti dikukus - begitu cara memasaknya. Gampang kan? Dan tidak pakai lama, tak sampai satu jam. Persiapan sekitar limabelas menit dan mengukus sekitar duapuluh menit. Jangan lupa, panaskan dulu kukusan sampai uap airnya banyak ya..

Sebenarnya, ini makanan yang dipesan khusus sama si sulung buat dibawa ke sekolah. Sabtu kemarin, 23 Oktober, sekolahnya merayakan Hari Pangan Sedunia. Ini ritual tahunan di Strada dari mulai Kelompok Bermain sampai SMP. Anak-anak diperkenalkan dengan makanan tradisional yang berbahan utama non-beras seperti jagung, pisang, singkong, ubi, ataupun umbi-umbian lain yang dimasak dengan cara digoreng, dikukus, dibakar, ataupun direbus tanpa bahan pengawet dan pewarna. Untuk tingkat Kelompok Bermain dan TK guru-gurunya yang menyajikan makanan tradisional itu, sementara untuk SD dan SMP, anak-anak diminta membawa dari rumah.

Aku bawakan dua jenis buat si sulung, lemet ini salah satunya. Yang lainnya singkong rebus santan. Lain kali aku tayangkan, yang kemarin gak sempat difoto soalnya. Kedua makanan itu kesukaan dia. Yang lemet rasanya manis, sedangkan yang direbus santan itu gurih asin. Dibawa ke sekolah agak banyak dan dibagi-bagi ke teman-temannya. "Banyak yang suka lho bu," begitu laporannya. Memang sih, sampai di rumah kedua makanan itu tinggal sisa sedikit. Syukurlah kalau begitu, yang masak jadi ikut senang. 

Rabu, 15 September 2010

Ontbijtkoek (lagi)


Practice makes perfect. Ini ontbijtkoek ke sekian kalinya. Selalu pengen lagi dan lagi. Jadinya aku penasaran pengen bikin yang se-sempurna mungkin. Pernah sekali ada yang bantat, tapi ya tak apalah masih enak juga kok. Bumbu spekuk nya itu lho, ngangeni banget. Ini memang spesial. Dapat dari tbk di ruko komplek. Mereknya entah ya aku lupa, bahasa Belanda gitu. Dijualnya per kemasan plastik kecil-kecil ada yang 4000 rupiah, ada yang 8000 rupiah. Beda jauh kalau bikin ontbijtkoek pakai bumbu spekuk merek kupu-kupu. Yang ini harum banget.

Kali ini ontbijtkoek nya nggak pakai gula jawa irisan, karena aku malas ngiris-ngiris jadi aku pakai palm sugar aja. Ternyata hasilnya gak jauh beda. Cuma, menurutku lebih mantap kalo pakai gula jawa. Ini selera aja, karena kakakku tadi sms kalau bikin ontbitjkoek memang pakai palm sugar.

Yang paling bikin aku seneng kali ini, ontbijtkoek mengembang nyaris sempurna (mau bilang sempurna kok belum berani). Coba aja lihat penampakannya ini, bener-bener kelihatan kalau dicetak di loyang 24x10x7..he..he..amazing sendiri. Soalnya yang kemarin-kemarin rada-rada bantat gitu. Adaaa aja masalahnya. Nah, yang ini lebih yahud :D


Si sulung suka banget sama kue satu ini. Pagi buat sarapan sebelum sekolah, lantas bawa buat bekal sekolah. Sore bangun tidur ngemil sampai malam gak berenti-berenti sampai hampir habis dan akhirnya gak mau makan. Ya wis lah..sekali-sekali ini. Soalnya emang kue ini enaaakkk banget :D

Minggu, 12 September 2010

Cupcake Hantaran Lebaran


Foto di atas itu hasil cipratan berkah lebaran. Kemarin pagi, sehari sebelum lebaran, dapat sms dari teman kantorku dulu. Memang pas reunian sesama teman kantor beberapa bulan lalu aku pernah bawain cupcake sekalian promosi kalo aku sekarang nerima pesenan. Nah, sekarang dia pesan cupcake 20 buah buat hantaran lebaran ke rumah saudara. Katanya mau dihantarkan sesudah pulang sholat ied. Makanya sore atau malam mau diambil sendiri cupcake-nya.

Wah, aku sarankan sebaiknya pakai topping buttercream aja. Lha dadagan gitu, kalo pakai fondant kudu cek ke tbk dulu karena aku gak stok. Lagian mesti nyari tbk yang masih buka di hare gene. Untung beliau mau pakai buttercream aja, minta pakai kemasan mika yang isi 6. Tanggung padahal, nanti pasti ada yang bolong. Tapi maunya begitu ya sud, your wish is my command :)

Nah, kemasan itu aku juga gak ada stok. Cup momma juga aku gak ada. Kalau bahan-bahan lain sih ada. Deg-degan aku telpon satu satu tbk terdekat dengan doa semoga masih ada yang buka. Eh, syukur toko Laris di Gading Serpong masih buka meski cuma sampai jam 2 siang. Gak mau nunggu lama, sekitar jam 11 aku meluncur ke sana. Tokonya udah agak sepi, maksudnya barang-barang sebagian udah habis, beberapa pembeli juga ngeluh yang dicari gak ada. Aku juga maunya cari pita-pita buat hiasan gitu, tapi gak ada yang sesuai. Yang banyak buat lahiran bayi, valentine, sama Natal. Padahal biasanya mereka jual pita yang bagus-bagus lho. Bahkan yang sekedar warna ijo aja tak ada. ya sudahlah, gak usah pakai pita-pitaan.

Sampai rumah, makan dulu sebelum mulai beraksi. Terus baru timbang-timbang bahan, lihat anak-anak sudah ditangani bapaknya ya aku langsung aja baking. Untung bapaknya ada di rumah, suster kan lagi mudik. Apalagi bakingnya mesti dua babak, soale aku cuma pakai otang. Maklum bakul amatir..Resepnya pakai resep pas kursus crazy cupcake dulu di Matraman sama Uni Dewi. Tiap babak 1/3 resep.

Sore hari cupcake dah jadi 27 buah. Sambil nunggu dingin nyetak coklat ketupat dulu. Selesai semua eh, mau menghias kok ujug-ujug gak mood. Padahal buttercream udah aku warnai. Ya gini ni penyakit kalo udah gak mood ya udah. Otakku mati. Barangkali kena pengaruh tadi telpon dari customer kalo ngambilnya mau besok aja. Jadinya ritme kerja melambat. Lagian perasaan udah kasihan sama bapaknya yang dari tadi sama anak-anak terus. Dia kan gak biasa seharian gitu, wong sehari-hari dalam seminggu bisa cuma 2 ato 3 hari di rumah, sisanya di Bogor, suka nginep di kantor.

Kerja menghias baru aku lakukan pagi subuh jam 03.30. Enak, tenang. Cuma ada bunyi takbir sayup sayup bersahutan dari beberapa mesjid sekitar yang dari semalam gak berhenti. Jadi adem suasananya. Naaa..kalo kayak gini dapat dah mood-nya. Biarpun hasil nyoba berkali-kali tapi hasilnya bikin aku cukup puas. Maksudnya sebagai bakul pemula ya memupuk rasa percaya diri begitu..:D Penampakan cupcake yang sudah dihias seperti ini:


Eh, ternyata jadwal pengambilan berubah lagi. Dapat sms dari customer, ngambilnya mau sore-sorean aja..Ooo..ya sud, lumayan aku bisa tidur siang dulu. Menjelang magrib dapat telpon minta ketemuan aja depan pasar BSD sekalian mau jalan biar gampang langsung masuk tol. Berangkatlah aku sendiri ke sana, soalnya si kecil masih tidur. Deg-degan juga bawa cup cakenya. Untung dapat kardus yang pas banget jadi gak goncang-goncang kotak mikanya. Aku taroh di kursi depan, nyupir pelan-pelan banget sambil doa moga-moga gak ada kejadian apa-apa. It is my first, my dear! 

Proses serah terima berjalan lancar. Eh, telat ngomongnya, udah didahuluin sama customerku, "Jangan kapok ya kalo nanti mau pesan lagi." Weleh...tentu saja tidak, aku jawab, "Waduh, seharusnya saya yang ngomong begitu." Dasar, bakul baru, masih amatir..Tapi, terima kasih banyak ya mbaakk.....

Selasa, 31 Agustus 2010

Gathering NCC Food Photography


Sabtu, 28 Agustus aku ikutan gathering NCC-Food Photography di Eat & Eat, Gandaria City, Jakarta Selatan. Acaranya sekalian buka bersama, jadi diadakan sore pukul 16.30, begitu tertulis di email. Nyatanya, aku datang terlalu awal. Masih sepi. Untung aku ajak Bintang, anakku, jadinya ada teman ngobrol, jajan es krim dulu.

Sekitar pukul 17.00 barulah anggota lain berdatangan. Beberapa dari mereka aku tahu namanya dari milis dan blogwalking, ada Riri pemilik blog Kuwenya Riri, ada Widya pemilik blog Widya Cakes, ada Citra pemilik blog Radissa Cake & Catering, juga Riana Ambarsari pemilik blog Pennylane Kitchen. Dari pembicaraan yang aku tangkap di milis, mereka ini termasuk para selebriti-nya NCC - Natural Cooking Club. Ini klub yang membahas soal masakan dan makanan yang aku ikuti sejak awal tahun 2010 ini melalui internet. Mereka memiliki milis yang sangat aktif. Wisnumartono, moderator sekaligus pendiri milis ini pada 27 Agustus lalu bilang kalau anggotanya mencapai angka 9000. Lima bulan lagi, bertepatan dengan ulang tahun NCC, Wisnu bilang berharap jumlah keanggotaan bisa mencapai angka 10.000.

NCC Food Photography adalah salah satu kegiatan NCC. Sesuai namanya ia membahas soal fotografi makanan. Selain menyelenggarakan kursus masak, NCC juga mendorong agar para anggotanya berjualan lewat internet dengan membuat blog. Nah, untuk membangun blog yang menarik dan menjual perlu foto-foto yang menunjang. NCC Food Photography Club (NCC-FPC) membantu anggota NCC di bagian ini. Pada kursus food fotografi, Riana Ambarsari adalah pengajarnya.

Aku sendiri meski sudah pernah ikut kursus membuat cupcake di NCC, tapi belum pernah ikut kursus food fotografi. Namun sudah "berteman" dengan NCC-FPC di jejaring facebook. Melalui jejaring ini aku tahu ada informasi apa dari NCC-FPC. Bulan Mei lalu misalnya, saat mereka menyelenggarakan event berkala, aku pernah ikut sumbang foto. Kali ini temanya sarapan pagi dengan prop minimalis. Biarpun tak dipilih juri, tapi senang aja partisipasi.

Kali ini, di luar dugaan. Salah satu foto yang aku bawa di gathering NCC-FPC ini dipilih oleh Toni Wahid, fotografer makanan yang terkenal itu. Ia tamu khusus yang diundang untuk berbicara soal food fotografi di sela-sela buka bersama. Waah..gak nyangka sama sekali. Dari rumah udah minder duluan, bayangin pasti foto-foto lain bagus-bagus, bahkan udah sempat kepikir untuk gak usah datang aja. Pas di sana juga kamera yang aku bawa tampak butut. Yang lainnya pada bawa Canon EOS dengan lensa tele. Duuhh..sementara kameraku Kodak Easy Share Z730 yang dibeli tahun 2004. Pas Toni nerangin soal kamera, ia bahkan nyeletuk ke aku, "...ya mbak Tata ya, beli dong kamera yang seperti ini, minta sama suaminya ganti kamera.."  waaa...iya iya aja lah mas :)

Tapi ya tak disangka, foto spekulas crispy-nya pak Sahak Pribadi yang kujepret bulan Juni lalu dengan kamera butut itu dipilih. Sore itu ada tiga foto pilihan, dua lainnya adalah hasil jepretan Canon EOS. Masing-masing mendapat hadiah berupa pigura cantik. Lucu juga :)

Nah, ini penampakan foto pilihan dan hadiahnya..senangnya, terima kasih buat Toni Wahid, Riana Ambarsari, Widya Hidayat, Citra, dan teman-teman NCC-FPC lainnya. O ya, terima kasih juga buat pak Sahak Pribadi atas resepnya..

First Order


Ini first order dari teman kantor suamiku menjelang lebaran. Semoga berkenan ya mbak :) *deg-degan..*

Selasa, 17 Agustus 2010

Birthday Cake for Putri


Yippe! Akhirnya cita-citaku terkabul, bikin kue ulang tahun buat anakku. Yang pertama kue ulang tahun buat Putri. Hari ini dia ulang tahun yang kedua. Berhari-hari mikir base cakenya apa ya? Yang jelas, Putri suka sekali sama coklat. Tapi kalo coklat semua kan kurang meriah buat kue ultah anak-anak.

Akhirnya pilihan jatuh pada devil-cake, ini nyoklat banget soalnya. Juga pakai youghurt. Hampir tiap hari dia minum youghurt. Buat aksesori aku cetakin coklat smiley, ini ikon kesukaan dia juga. Di komputer dia selalu nunjuk-nunjuk ikon smiley, terus kalo pas jalan-jalan liat ikon smiley juga teriak-teriak. Aksesori lain bunga-bunga, lha wong namanya juga anak perempuan. Putri suka dikuncir rambutnya terus dipasang jepit bunga-bunga, atau ya cuma dijepit gitu aja kalo pas gak bisa diem.

Naaah..biar meriah lagi, kuenya ditaburi trimit bintang-bintang, maksudnya pas di hari ulang tahunnya ini ada berjuta harapan dan doa dipanjatkan buat Putri, biar dia jadi anak pintar, cerdas, mandiri, dan baik budi pekertinya. Pokoknya yang baik-baik lah :)

Resep devil cake nya ngambil dari buku resep Saji judulnya Cake Cokelat Populer dengan sedikit modifikasi.
Bahan:
200 gram margarin
150 gram gula pasir halus
75 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
4 butir telur
175 gram tepung terigu protein sedang
1 sdt baking powder
25 gram cokelat bubuk
60 ml susu cair hangat, dilarutkan --- aku pakai youghurt plain

Bahan topping:
100 ml susu cair
200 gram  cokelat masak pekat, dipotong-potong

Cara membuat:
1. Cake: kocok margarin dan gula pasir halus sampai lembut. Masukkan cokelat masak pekat leleh. Kocok rata.
2. Tambahkan telur satu persatu bergantian dengan sebagian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
3. Masukkan sisa tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan dikocok perlahan bergantian dengan larutan cokelat bubuk. 

--- pada bagian ini semua tepung-tepungan aku jadikan satu, jadi youghurt dimasukkan sendiri tidak dilarutkan bersama cokelat bubuk. Youghurt dimasukkan bergantian sama tepung-tepungan.
4. Tuang di loyang diameter 22 cm dan tinggi 4 cm yang dioles margarin dan di alas kertas roti --- aku pakai diameter 18 cm tinggi 7 cm
5. Oven 40 menit dengan suhu 180 derajat Celsius sampai matang.
6. Topping: panaskan susu cair. Matikan api. Masukkan cokelat masak pekat potong-potong. Aduk sampai cokelat larut. Siram di atas cake. Dinginkan.

Selasa, 10 Agustus 2010

Roti Keju


Pengen banget bisa bikin roti sendiri. Apalagi kalo blogwalking ke blog teman-teman milis NCC, kok pada bisa bikin roti sendiri ya. Semalam aku niatin bikin sendiri. Pake resep roti keju NCC -nya Fatmah. Berhasil sih, cuma rada gosong dan hasilnya kurang empuk, malah mirip roti yang buat teman sarapan sup.

Gosongnya ini menurutku karena aku belum paham benar sama oven. Panasnya suka gak rata, juga panaaass banget. Di resep tertulisnya dipanggang dengan suhu 180 derajat selama 20 menit. Di aku cuma 140 derajat (di bawah 150 derajat sedikit lah) 20 menit. Apa penunjuk suhunya rusak kali ya? 

Tapi ya lumayan lah untuk pemula. Yang penting si sulung seneng soale dapat roti sesuai pesanan, isinya coklat warna ijo. Aku masukkin aja coklat mercolade ijo rasa mint cincang. Terus ada juga yang aku isi keju dan coklat keping.

Resepnya ambil di sini.

Kamis, 05 Agustus 2010

Brownies Keju Pak Sahak


Udah lama naksir resep brownies keju pak Sahak. Pengen nyoba tapi gak punya kukusan yang gede.

Aku coba email pak Sahak bisa tidak brownies kukusnya dipanggang, beliau balas begini:
"Mba Elisabet
Maaf saya sendiri blm pernah mencobanya
Tapi waktu yang lalu ada pertanyaan yg sama
Lalu ada yang jawab bisa.
Tapi masuk akal.
Sebab semua jenis cake yang putih telurnya dicampur langsung bisa dipanggang.
Cuma itu yang saya tau
Kalo mau coba persilahkan.
Semoga berhasil."

Waduh, sepertinya malah memberi tantangan baru. Piye ki? Ya sudahlah, aku coba saja tantangannya. Gak akan pernah tahu kalo belum mencoba kan?

Pertamakali bingung juga karena nggak ada ukuran loyang di resep. Aku coba blogwalking siapa aja yang pernah nyoba resep ini. Ada yang bilang pake loyang bundar diameter 18, lha tapi ndak ada soal tingginya berapa. Aku punya yang tingginya 7. Ada yang bilang pake loyang persegi 20x20x4, lha ukuran ini aku ndak punya. Aku cuma punya loyang brownies 30x10x4, ada juga loyang persegi 22x22x4 tapi setelah aku coba pake metode konversi loyang yang pake perbandingan itu malah jadi bingung sendiri. Mumet.

Aku  putuskan pake loyang brownies aja, aku pikir wong namanya aja brownies ya pasti pake loyang brownies yang standar itu to? Mau modifikasi resep belum berani soale masih tahap coba-coba. Biasanya kalo udah satu ato dua kali praktik barulah berani modif, kalo masih pertama kali aku pake resep dengan ukuran yang plek sama. Ato paling banter ya bikin separuhnya.

Sekitar pukul 21.30 aku mulai tantangan.

Tahap-tahap awal tak ada masalah, melembutkan cream cheese sama butter, mengocok telur dan gula, memasukkan terigu, maizena, baking powder dan susu lancaar..Sekarang saatnya memasukkan ke loyang yang sudah dioles dan dialas kertas roti. Waduh, kok pas banget banget ya? Lihat aja nih, ini penampakan pas baru aku masukkan ke oven:


Ini sekitar 30 menit sesudahnya, adonan naik tapi tak luber, warnanya kuning keemasan dan permukaannya retak.


Beberapa menit kemudian aku coba tes tusuk. Merasa udah matang, aku keluarkan dari oven. Setelah agak dingin, dilepas (tapi tidak dibalik) dan diletakkan di atas rak pendingin. Eeeh..sekitar 10 menit kemudian aku tengok, ternyata kempis..hiks. Ini penampakannya:


Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Ndak sempet ngicipi. Udah jam 23.00. Besok aja lah. Pagi-pagi aku bangun terus nengok brownies..ya tetep aja. Pas aku potong, baru kelihatan kalo di bagian bawah ada kayak bantat gitu. Warnanya lebih gelap. Aku cicip..weee..enak banget. Empuk dan lembuttt...Terus aku coba olesi selai mullberry (ini yang kebetulan ada), waaa...tambah nikmat. Pas banget jadinya. Rasa cream cheese, susu, plus sentuhan asam mullberry..hmmm heaven! Penampakannya ya seperti foto di atas itu. Biar begitu, masih penasaran aku, kayaknya perlu dicoba bikin lagi biar makin sempurna.

O iya, ini resepnya:

Brownies (Kukus)Keju Pak Sahak
Bahan A:
Telur 3 butir
Gula 100 gr
TBM 1 sdm

Bahan B :
Tepung terigu 60 gr
Maizena 20 gr
Garam 1 sdt
Susu bubuk 40 gr

Bahan C :
250 cream cheese
50 gr butter dikocok sampai lembut

Cara membuatnya :
Kocok bahan A sampai mengembang
Masukan bahan B lalu aduk sampai rata.
Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan keadonan lalu aduk sampai rata.
Tuang ke loyang lalu kukus kurang lebih 20 menit -- aku memanggang dengan suhu sekitar 130 derajat Celcius (ini karena ovenku emang cepat panas, setiap mencoba resep selalu aku turunkan beberapa derajat di bawahnya, jika ingin mencoba silakan sesuaikan dengan oven masing-masing)

Kamis, 29 Juli 2010

Brownies


Ini kue pertama yang dimasak di rumah kontrakan. Kontrak? Iya, mulai Senin kemarin kami sekeluarga pindah sementara ke rumah tetangga, jaraknya cuma dua rumah dari rumah lama. Soalnya rumah kami sedang direnovasi. Rencana kami ingin tambah kamar. Melebar tak mungkin karena di perumahan ini tembok kami menyatu dengan tetangga kiri kanan. Ke bawah? Waa..ntar dikira bikin bungker buat pabrik sabu. Akhirnya kami putuskan tambah ke atas alias ningkat rumah. Gak mungkin kalo kami tetep di sana, akhirnya pindah sementara mungkin 3 atau 4 bulan saja.

Rumah kontrakan ini rumah baru, belum pernah ditempati. Ya masih bersih lah. Hanya nggak punya toren ato tempat penampungan air di atas. Jadi sedikit boros listrik karena sekali muter kran berarti nyalain pompa. Dibandingin di rumah lama yang dalam sehari kami batasi hanya dua kali nyalain pompa. Di sini sehari bisa berkali-kali. Ya wis lah, sementara ini.

Hari Senin kami sibuk angkat-angkat barang dari rumah. Karena jaraknya dekat, ya bolak-balik aja. Maju mundurin mobil. Tukang juga dimintai tolong angkut-angkut. Pokoke sehari itu lumayan berat lah. Malamnya kami makan malam di Sumarecon Mall, nyari tomyam soale aku sama suami udah mau flu aja bawaannya.

Hari Selasa masih benah-benah, selama dua hari itu aku beli masakan jadi aja. Praktis wong ndak sempat masak. Nah..hari Rabu agak longgar. Aku coba masak di dapur sekalian aja bikin kue sore harinya. Kebetulan loyang brownis juga baru beli beberapa hari sebelumnya di Titan. Pilih resep brownis karena irit telur (eh, di saat harga telur melambung kalo mo baking pilih-pilih yang gak pake telur banyak), lagian aku masih punya sisa coklat Tulip banyak. Daripada dibiarin aja, mending dibuat kue aja.

Hasilnya uenak. Biar ini pertama kali bikin brownis ternyata tak sulit. Anak-anak suka, suami doyan. Aku juga. Wuih seneng sekali rasanya kalo kue bikinan disenangin mereka :D

Ini resepnya, nyontek dari buku tipis Cake Cokelat Populer dari Saji hal. 22-23:
Bahan:
120 gram margarin
150 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
2 butir telur
125 gram gula pasir
50 gram tepung terigu protein sedang
1/4 sdt baking powder
35 gram kacang tanah kupas, dicincang kasar
15 gram kacang tanah kupas, dicincang kasar untuk taburan.

Cara membuat:
1. Panaskan margarin. Matikan api. Tambahkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai larut. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula pasir sampai kental 3 menit. Masukkan campuran margarin sedikit-sedikit sambil dikocok rata. Tambahkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
3. Masukkan kacang tanah. Aduk rata. Tuang di loyang 30x10x4cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Taburkan kacang tanah cincang.
4. Oven 35 menit dengan suu 180 derajat Celcius. Dinginkan.
3.

Minggu, 25 Juli 2010

Cupcake Coklat


Jumat, 23 Juli kemarin ada acara kumpul-kumpul sama teman lama di Citos, Jakarta Selatan. Aku iseng bawain cupcake aja buat mereka. Tapi karena acaranya makan-makan ya jadinya cupcake ini gak kemakan, akhirnya dibawa sama dua orang teman.

Resepnya aku ambil dari resep kursus crazy cupcake dulu di NCC Matraman. Judul resepnya Chocolate Cup Cake. Ini sebenarnya sponge cake biasa cuma ya ditarok di cup gitu.

Ini resepnya (aku pakai 1/3 resep jadi 10 cupcake mooma - pas):
Bahan A:
12 butir telur
450 gram gula pasir
20 gram emulsifier
1 sdt garam

Bahan B:
75 gram coklat bubuk
300 gram tepung terigu
1 sdt vanili

Bahan C:
300 gram mentega/margarine, lelehkan
200 gram dark cooking chocolate -- aku gak pake, kelupaan soale
1 sdm pasta coklat black forest

Cara membuat:
- Siapkan loyang cupcake, alasi kertas cup atau poles mentega. Sisihkan
- Kocok bahan A sampai kental, masukkan bahan B sambil diayak, lalu tuang bahan C, aduk hingga rata benar. Bagi menjadi 3 bagian sama rata (aku gak bagi, langsung tuang di cup)
- Tuang adonan ke dalam cup cake, kukus/panggang selama 20 menit suhu 180 derajat Celcius (aku dipanggang)

Untuk toppingnya, aku pakai buttercream yang aku kasih pasta coklat black forest terus dikasih hiasan coklat sama strawberry.

Minggu, 18 Juli 2010

Nastar


Bikin nastar lagi setelah puluhan tahun. Entah kapan terakhirnya, lupa. Duluuuu banget suka bantuin ibu bikin. Nastarnya tapi gak bulet gitu, tapi berbentuk landak. Aku paling senang bagian bentuk duri di badannya. Pakai gunting kecil digunting-gunting sedikit jadinya nanti berbentuk duri. Pas aku cerita ke suami, katanya coba aja kau bikin lagi, barangkali banyak orang suka. Ya lain kali lah, soalnya kalo bentuk landak itu jadinya gede-gede, sementara orang sekarang sukanya snack yang kecil-kecil. Ato bikin landak tapi kecil gitu? Hmmm..

Eh, tapi sementara itu aku mo pamer yang ini dulu. Agak merekah ya kulitnya. Kata kakakku, ada dua hal kemungkinan penyebabnya: kebanyakan mentega atau mengocoknya kelamaan. Kayaknya kesalahanku karena yang terakhir itu. Soalnya aku gak pakai gula kastor atau gula halus tapi pakai gula biasa yang aku rasa butirnya sudah kecil. Terus aku memang mengocok agak lama karena aku pikir soal pengocokan tak berpengaruh seperti kalau bikin cake. Lhah ternyata pengaruh juga to? Baiklah..setidaknya kesalahannya sudah terdeteksi. Lebih mudah memperbaiki kan?

O ya, resep nastar aku ambil dari buku Kue Kering karya Yasaboga, bukunya terlihat di foto itu. Resepnya seperti ini, tapi aku cuma pakai setengah resep:

Bahan:
400 gr mentega tawar/margarine
5 btr kuning telur (aku pakai 2 kuning telur)
100 gr gula kastor
2 sdm susu bubuk
500 gr tepung terigu
2 sdm tepung maizena
2 btr telur kocok untuk mengoles (aku pakai satu kuning telur saja)

Selai nanas:
1 bh nanas parut (aku pakai dua nanas kecil-kecil)
150 gr gula pasir (aku lupa pakai berapa sendok, ini sesuai selera aja)
10 cm kayumanis sebesar jari telunjuk, potong dua (aku pakai sekitar 5 cm)

Cara membuat:
1. Untuk selai nanas: jerang nanas parut dan kayu manis sampai tidak berair , beri gula, aduk hingga kental. Angkat, dinginkan, bulatkan kurleb satu setengah cm, sisihkan.
2. Kocok lembut gula dan mentega. Masukkan berturut-turut sambil diaduk rata: kuning telur, susu, maizena dan terigu. Pasang oven 150 derajat Celcius. Bulatkan kurleb 1 sdm adonan, tekan, isikan selai, bulatkan kembali. Tata dalam loyang yang dioles margarin. Oleskan kocokan telur pada permukaan kue. Panggang kurleb 20 menit sampai matang.

Banana Cupcake


Dari pameran buku IKAPI beberapa hari lalu aku beli beberapa buku resep. Salah satunya "Cupcake lezat yang sedang tren" terbitan Sedap. Dapat diskon 50% dari harga asli Rp45ribu. Asyik kan? Nah, kemarin aku coba Banana Cupcake. Ini karena aku punya pisang ambon yang sudah matang sekali. Daripada dibuang, dibikin cupcake aja.

Di resep aslinya pakai poppy seeds, tapi aku gak punya dan udah ke tbk juga gak nemu, jadinya aku ganti chocolate chip aja. Hasilnya empuk banget. Enak lho buat sarapan atau camilan sore hari bareng kopi atau teh. Cupcake ini tahan hingga tiga hari disimpan dalam wadah tupperware tertutup rapat.

Ini resepnya:
Bahan:
150 gram margarine
100 gram gula pasir halus
100 gram pisang ambon, haluskan (sebaiknya pakai pisang ambon yang sudah matang sekali, tandanya ada bercak kehitaman di kulitnya)
3 butir telur
175 gram tepung terigu protein sedang
1 sdt baking powder
1/2 sdt bumbu spekuk
50 ml susu cair (aku pakai 1 sdm susu bubuk dancow yang dicairkan)
1 sdt poppy seed (aku ganti chocolate chip)

Cara membuat:
1. Kocok margarine dan gula pasir halus sampai lembut. Masukkan pisang. Kocok rata.
2. Tambahkan telur satu persatu bergantian dengan sebagaian tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata.
3. Masukkan sisa tepung terigu, baking powder, dan bumbu spekuk sambil diayak dan dikocok perlahan bergantian dengan susu cair. Tambahkan poppy seed (aku pakai chocolate chip). Aduk rata.
4. Tuang di cup kertas
5. Oven 20 menit dengan suhu 180derajat Celcius sampai matang.

O ya, ada tip-nya di buku ini: haluskan pisang menjelang dimasukkan agar tidak hitam, begitu katanya.

Membuatnya sama sekali tak sulit. Juga tak pakai lama. Jadi, silakan jika ingin mencoba :)

Senin, 12 Juli 2010

Wajah Lain Buttercake 2 Telur


Minggu kemarin arisan keluarga. Bingung mau bawa apa ya? Maunya yang sederhana bikinnya dan murah meriah. Secara harga-harga sekarang pada melambung je...Setelah blogwalking, pilihanku jatuh pada Cinnamon Cakenya Fatmah Bahalwan. Dasarnya buttercake 2 telur terus diberi taburan gula halus dan bubuk kayu manis.  Dicetak pakai loyang 22x22x4 terus dipotong-potong. Asyiikk..kan nanti jadi banyak. Ini sesuai sama bujetku :D

Bahan-bahan semua sudah ada. Tinggal baking-baking aja. Dulu aku pernah nih bikin cupcake dengan resep yang sama tapi gulanya aku kurangi karena rasanya kemanisan. Kali ini aku kurangi gulanya jadi 200 gram saja dari semula 250 gram.

Eh..ndilalah, setelah jadi permukaannya masih rada kurang matang, jadi masih terlalu empuk. Pas aku cowel, malah rada ngelupas. Jadinya aku pakai plan B aja. Permukaannya aku kelupas sekalian, terus dikasih selai mullberry - yang kebetulan ada di rumah - yang dididihkan dengan air panas dan diberi bubuk jeli. Sesudahnya diletakkan buah strawberry sebagai pemanis dan dipulas jelly biar mengkilat dan menempel.

Sebenarnya fungsi strawberry ini bukan cuma hiasan lho, tapi untuk penawar rasa juga karena cake-nya aku kira masih terlalu manis. Nah, penampilannya jadi seperti di foto itu. Kata suamiku sih, "penampilannya elit" hi..hi..jadinya berbunga-bunga hatiku..:P

Jumat, 02 Juli 2010

Resep-resep Warisan

Asyiikk.. kakakku yang biasa jualan kue-kue kemarin datang dari Yogya. Ia datang berdua sama anaknya, Erika. Mereka berdua sebenarnya cuma mampir seminggu di Tangerang kemudian terbang ke Pekanbaru nengok ayahnya Erika. Ayah Erika ini masih harus kerja di saat liburan anak sekolah, jadi liburan kali ini ia tidak bisa ke Yogya, jadilah isteri dan anaknya yang datang ke Pekanbaru.

Naah..buatku ini keuntungan besar..aku udah wanti-wanti nanti kalau ke rumah ajari aku bikin-bikin kue yaa..Imbalannya anaknya aku ajak jalan-jalan aku juga ngajak kakak ke beberapa TBK buat mbandingin barang dan harga.

Beberapa "pelajaran" bikin kue pun diberikan. Ada tiga resep yang diberi: kue kering, donat, sama sus. Biarpun  resep banyak di internet dan di buku ato tabloid. Ini lain karena yang diberi resep warisan. Turun-temurun dari nenek yang dulu jago masak kue.

Yang pertama, resep kue kering dasar.
 Bahan:
Tepung terigu    200 gram (jika pakai coklat, dikurangi 25 gram ganti coklat bubuk 25 gram)
Gula halus         100 gram (jika rasa keju, gula dihilangkan ganti keju edam)
Maizena             20 gram
Mentega           150 gram (untuk yang istimewa, campur dengan Wysman)
Telur antero        1 butir (atau jika mau empuk, pakai 2 kuning telur)
Vanili                 1 sdt
Susu bubuk       3 sdm

Cara membuat:
Mentega dan gula halus dikocok sebentar asal campur, masukkan telur, kocok, masukkan tepung terigu, vanili, susu bubuk, maizena.
Cetak sesuai selera.

Aku bikin 2 variasi. Yang pertama dicetak pake spuit terus di tengahnya diberi kismis. Yang kedua, ditambahi kelapa kering dan kismisnya dicampur, terus disendokin aja langsung di loyang. Hasilnya seperti ini:

Berikutnya bikin donat.
Bahan:
1. Tepung Komachi     500 gram (ini kebetulan aja pas dapat, kakak biasa pakai cakra)
2. Ragi                         1 sachet
3. Susu                         3 sdm
4. Gula pasir                 4 sdm
5. Garam                     1/3 sdt
6. Mentega                   60 gram
7. Air             sekitar 250 cc
8. Telur                       2 butir antero

Cara membuat:
Aduk rata tepung, ragi, susu, gula pasir, dan garam. Masukkan telur, aduk. Masukkan air, aduk. Masukkan mentega, aduk sampai kalis. Diamkan sampai mengembang dalam wadah yang tertutup serbet bersih. Setelah sekitar 1 jam, kempiskan untuk menghilangkan udara, cetak. Goreng.

Hasilnya seperti ini:


Aku usul selain ditaburi meisyes dan gula tepung juga dihias coklat. Ini kakak sama anaknya lagi asyik corat-coret.


Ini kreasi Erika. Aneh-aneh aja. Ada tulisan "tulinguk" (ini nama guling kecil kesayangannya) dan "kambing guling".


Terakhir, membuat kue sus.
Bahan:
Tepung  terigu       100 gram
Mentega                100 gram
Garam                  1/3 sdt
Air                        1 gelas (kurleb 200 cc)
Susu cair               1 gelas (kurleb 200 cc)
Telur                     2 butir antero (kocok lepas campur susu)

Cara membuat:
Masak air dan mentega jangan sampai mendidih. Beri garam. Masukkan tepung terigu, aduk cepat sampai tercampur. Masukkan campuran susu dan telur. Aduk sampai tercampur rata. Matikan api. Cetak sesuai selera. Bisa dengan spuit atau sendok.

Isinya bisa variasi. Boleh ragout, vla, buttercream, ato es cream (kemarin kebetulan Erika bikin es krim dari Pondaan, ia isikan juga ke sus).

Sayang, aku lupa motret sus :( 

Jumat, 11 Juni 2010

Kue Kering Madu Spekuk

Wah, baru inget kue yang satu ini lupa belum diposting. Ini kue wuenak bener. Suami sama anakku demen banget. Kalau nggak dibilangin kalau harus difoto dulu, begitu keluar dari oven bisa-bisa langsung amblas.
Yang di foto ini adalah sisa-sisa (hi..hi..) yang belum diembat mereka berdua. Asli ini kue enaaaakkk banget.

Resepnya dari Tabloid Saji edisi 100/th.IV/13-26 Juni 2007.

Bahan:
150 gram margarin
100 gram gula tepung
25 gram madu
2 kuning telur
30 gram havermut (aku gak pake)
50 gram keping cokelat
50 gram kacang tanah, disangrai, dicincang kasar (aku pakai almond)
200 gram tepung terigu protein rendah (aku pakai segitiga biru)
20 gram susu bubuk
1/2 sdt baking powder
1 sdt bumbu spekuk

Cara Membuat:
1. Kocok margarin dan gula tepung 40 detik. Tambahkan madu. Kocok rata. Masukkan kuning telur. Kocok rata.
2. Tambahkan havermut, keping cokelat, dan kacang tanah. Aduk rata.
3. Masukkan tepung terigu, susu buubk, baking powder, dan bumbu spekuk sambil diayak dan diaduk rata.
4. Sendookkan di loyang yang dioles margarin. Tusuk-tusuk dengan garpu.
5. Oven 25 menit dengan suhu 150 derajat Celcius.

Untuk 550 gram.

Spekulas Crispy Cookies


Ini hasil uji coba resep pak Sahak yang diposting di milis NCC 8 Juni lalu. Aku coba 9 Juni, langsung keesokan harinya. Kenapa semangat sekali? Soalnya pakai bumbu spekuk. Pasti enak.

Nah, setelah aku coba memang bener, enak banget. Cuma aku panggangnya kelamaan kali ya. Jadi separoh gosong, alias gak kemakan. Atau barangkali juga karena aku pakai loyangnya terlalu ceper. Aku pakai yang ada di oven Hock. Lain kali aku mau beli loyang yang khusus buat kue kering ah, barangkali memengaruhi.

Ini resepnya:

Bahan A
150 gram margarin
50 gram butter
160 gram gula palm
1 1/2 sdt spekok
1/2 sdt garam

Bahan B
50 gram susu evaporated (aku pakai susu dancow bubuk yang aku cairin)

Bahan C
350 tepung segitiga
30 susu bubuk
100 gram almond bubuk (aku pakai almond yang aku cincang rada halus)
½ sdt soda kue
1 sdt baking powder

Cara membuat :
1.Bahan A dikocok hingga mengembang (kurang lebih 4 menit )
2.Lalu masukan bahan B kocok kembali hingga rata.
3.Masukan bahan C aduk rata.
4.Kemudian roll tipis kuran lebih 3 – 5 mm(roll bermotif lebih cantik).Potong dengan ukuran 7X3 (aku gak punya rol bermotif, tapi pakai imprint mat)
5.Susun di loyang
6.Panggang dengan suhu 150 derajat selama 25 – 30 menit atau sampai matang.

O ya, menurutku kalau ditambah bubuk jahe lebih enak. Pas aku tanyakan via email ke Pak Sahak, beliau bilang boleh saja ditambah bubuk jahe, ukurannya 1 sendok teh. Ok deh, Pak lain kali aku bikin pakai bubuk jahe. Terima kasih, Pak Sahak!

Perkenalan Kue dan Kitchen Project


Ontbijtkoek coklat ini adalah penanda pertama peluncuran kue buatan tanganku ke publik. Sekaligus juga perkenalan logo baru kitchen project. 

Ceritanya, selama ini bikin kue baru buat sendiri. Kalaupun perkenalan kue ke publik (cie..) sudah dilakukan pake facebook dengan nama kitchen project. Puding juga sudah pernah dikenalin, tapi sebatas buat arisan keluarga. Sedangkan mencicip kue belum pernah dilakukan. Naah, kali ini ada kesempatan. Pas ada acara kumpul-kumpul di apartemen teman di bilangan Palmerah Sabtu, 5 Juni lalu, aku bawa dua macem: ontbijtkoek coklat sama praline almond kismis.


Ternyata teman-teman pada suka. Apalagi praline almond kismisnya dapat tanggapan baik. Terima kasih ya teman-teman sudah berkenan menjadi pencicip pertama proyek dapurku. Semoga membawa berkah dan rejeki..Ayo lagi siapa mau pesen??

Crazy Cup Cake di NCC Matraman


Penasaran pengen tahu bagaimana menghias cupcake. Aku putuskan ikutan aja kursus crazy cupcake di NCC Matraman Minggu 6 Juni lalu. Padahal kemarinnya abis kena macet luar biasa di Bintaro gara-gara tol BSD kebanjiran. Tapi ya demi kursus, aku bela-belain biarpun kaki masih pegel aku ke Matraman.

Tempat kursus adalah markas pusat NCC. Ini kediaman pasangan Fatmah Bahlawan dan Wisnumartono, keduanya pendiri NCC. Rumahnya sederhana namun luas. Kami kursus di ruang tengah. Ada delapan orang peserta. Pengajarnya Uni Dewi Anwar. Ada dua resep yang didemokan: vanilla cup cake dan chocolate cup cake.

Yang pertama adalah jenis butter cake, yang pertama dilakukan adalah mengocok mentega, gula, dan vanila kemudian baru telur. Cara pengocokannya dari kecepatan rendah kemudian bertahap ke tinggi. Nah, kalau yang kedua itu jenis sponge cake, yang dikocok pertam adalah telur, gula pasir, emulsifier, dan garam. Mengocoknya bisa langsung dengan kecepatan tinggi. Aku bengong liat Prita, asisten yang mengocok adonan. Cuepetnya itu lho, dan bisa langsung berjambul petruk. Setelah itu baru masukkan tepung terigu, coklat bubuk, dan vanili yang diayak. Chocolate cup cake bisa dikukus atau dipanggang.

Berikutnya adalah menghias cup cake. Setelah uni Dewi demo dengan macam-macam bahan, kami rehat dulu makan siang kemudian saatnya kami praktik sendiri. Ini contoh dari uni Dewi:


Masing-masing diberi enam cup cake. Tiga vanilla cup cake dan tiga chocolate cup. Nah..ini hasil aku berkreasi:

Ternyata bikin swirl itu nggak gampang he, liat aja punyaku mleyot-mleyot. Tapi ya gak papa, lah. Setidaknya ini tahap yang harus aku lalui dulu sebelum bener-bener bisa :)

Rabu, 02 Juni 2010

Ontbijtkoek Cokelat


Ini kue masa lalu. Waktu aku kecil ibu sering sekali bikin kue ini. Bumbu spekuk yang meruar saat kue di oven berbau khas banget. Haruum... Menurut hasil googling, spekuk asal katanya spekkoek - kue berbentuk lemak dan berlapis-lapis. Kita kenal kue jenis itu dengan nama lapis legit. Bumbu spekuk yang berbentuk tepung bubuk berwarna coklat itu sendiri gabungan rempah-rempah pala, kayu manis, dan coklat.

Nah, kalo ontbijtkoek artinya sarapan. Jadi ini kue biasa dihidangkan buat sarapan pagi. Kalo dilihat dari bahan-bahan dan cara membuatnya, menurutku kue ini ya sponge cake, cuma diberi bumbu spekuk tadi. O ya, yang khas adalah adanya taburan kacang kenari. Jadinya saat digigit ada kretuk-kretuk gurihnya kenari.

Setelah puluhan tahun tak ketemu ontbijtkoek, aku dapat resepnya di Tabloid Saji edisi 100/th.IV/13-26 Juni 2007. Udah setahun lalu cuma ditumpuk aja, baru setelah sekarang semangat baking membara, aku coba resepnya. Di Saji, disajikan empat varian ontbijtkoek: cokelat, keju, kelapa, dan karamel.

Karena pertama kali bikin sendiri tanpa ada ibu-ku seperti di jaman dulu, yaa aku pilih ontbijtkoek cokelat. Pikirku kalo bantat setidaknya aku masih mau makan he..he..Awalnya pas mulai bikin, persiapan rasanya udah matang. Bahan-bahan komplit - kecuali kacang kenari aku ganti kacang almond aja sisa bikin praline coklat waktu itu, ditimbang sesuai ukuran. Loyang disiapkan, oles mentega, kasih kertas, oles mentega lagi. Oven udah nangkring di kompor, mulai dipanaskan. Sekarang saatnya mengocok gula dan telur.

Lah...ternyata pas lagi asyik mengocok gas habis! Mana hujan deras lagi. Waduh, mulai dah ketegangan merambat naik. Telpon warung minta diantar gas, sekarang juga, biarpun hujan kalo bersedia ngantar aku kasih tambahan biaya. Eh, kok ya gas yang gede abis, adanya yang kecil. Katanya mau dipinjami dulu cuma bayar 15 ribu. Ya udah aku nurut. Ditunggu lama, itu gas ndak datang juga. Adonan yang dikocok udah mulai mengembang. Bentar lagi dituang tepung dan tuang di loyang. Harusnya kan langsung masuk oven, takut kenapa-napa. Hujan makin deras.

Ditunggu lagi. Sampai pas udah tinggal masuk oven, si gas belum juga datang. Hujan udah mulai rintik-rintik. Aku susul ke warung pake mobil. Sampai sana kata yang punya warung orangnya udah berangkat dari tadi. Lah, nyasar kemana coba? Udah makin panik. Sampai rumah belum juga datang gasnya. Ditunggu lagi. Mau beli gas sendiri ndak berani pasang ke kompor. Gak ada cara lain. Menunggu aja.

Sampai akhirnya mas yang bawa gas datang juga. Naik motor sambil bawa payung di tangan kirinya. Jalannya pelaan banget. Di belakang bawa dua tabung gas gede, di depan kakinya mengapit tabung gas kecil. Aduuuhh..mas kemana aja? Katanya tadi ngambil gas dulu di gudangnya. Walah!

Perlu beberapa menit lagi buat manasin oven. Sampai akhirnya suhu ke 170 derajat Celcius, barulah aku panggang adonan. Sambil berdoa, pasrah. Mau bantat ya situlah. Mau apa lagi? O ya, harusnya di resep dipanggang pada suhu 190 derajat selama 15 menit, kemudian diturunkan suhunya 180 derajat dan panggang lagi 15 menit. Lah, tapi aku gak mudeng bagaimana cara menurunkan suhu pakai otang. Aku pakai aja suhu 170 derajat flat sampai sekitar 30 menit. Ini suhu yang aku biasa pakai kalo bikin kue. Dan, hasilnya ternyata gak bantat lho. Kuenya harum, empuk, gak eneg, dan mentul-mentul - eh apa ya bahasa Indonesianya yang baik? Pokoke kayak ada sensasi tersendiri gitu..adooh...:P

Ini resepnya:
Bahan:
4 butir telur
75 gram gula pasir
50 gram gula merah, disisir halus
1 sdt emulsifier (aku pake ovalet)
100 gram tepung terigu protein sedang (aku pake segitiga biru)
30 gram cokelat bubuk
2 sdt bumbu spekuk
50 gram kacang kenari, dicincang kasar (aku pake kacang almond)
50 gram margarine, dilelehkan
25 ml susu cair

Cara membuat:
1. Kocok telur, gula pasir, gula merah, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan bumbu spekuk sambil diayak dan diaduk rata.
2. Masukkan margarine leleh dan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. Tambahkan kenari. Aduk rata.
3. Tuang di loyang loaf 24x10x7 cm yang dioles margarine dan dialas kertas roti.
4. Oven 15 menit dengan suhu 190 derajat Celcius. Turunkan suhunya 180 derajat Celcius. Oven lagi 15 menit sampai matang.

Minggu, 30 Mei 2010

Cheese Sponge-Cake


Udah dari kemarin pengen bikin cake lagi. Udah kebayang mau yang pake parutan keju. Tapi hari Jumat sore ngajak anak-anak berenang sampai malam di Ocean Park, BSD. Karena badan lagi gak fit jadinya meriang. Si sulung juga pilek jadinya. Suami sih sehat-sehat aja, lha wong kepala suku, mau sampai malam main air juga senyam senyum aja beliau. Hari Sabtu jalan sama suami nyari buku ke Aksara sama ke Times. Malam mau bikin cake, kata suami, "Udahlah, besok aja, sekarang semangat besoknya tepar lagi". Ya wis lah, nurut aja.

Nah, tapi minggu ini hasrat sudah tak bisa dihadang lagi. Kepengeen bangettt..Sementara suami pergi urusan kerjaan di hari Minggu. Aku bersibuk-sibuk di dapur. Pokoke yang penting sayur dan lauk-pauk buat anak-anak sudah mateng. Tinggal saatnya "me-time". Timbang-timbang bahan. Dan...tarrraaa..inilah dia: cheese sponge cake.

Pas mateng, lagi dijepret-jepret suami datang. "Waah..ini beli nih..gak bikin sendiri," katanya sambil nyomot satu potong. Weee..enak aja, wong oven masih nangkring di kompor dan dapur masih berantakan juga. Abis kunyah-kunyah, dia nyeletuk lagi, "Enak, enak. Lembut banget," naaahh kan, baru nyadar dia kalo isterinya ini pinter bikin makanan yang uenak-uenak hi..hi..

Resepnya aku pake resep standard sponge cake, sama seperti di posting yang lalu. Cuma penyelesaiannya yang dimodifikasi. Aku belah dua, olesi butter cream, tumpuk lagi. Atasnya sama pinggirnya dioles butter cream lagi. Terus toppingnya parutan keju. Biar lebih berwarna dikit, aku taburi sprinkle bintang-bintang warna ungu, sesuai sama background. Naah..cantik kan?  *dipuji sendiri biar gak minder* :D

Kamis, 27 Mei 2010

First Cupcake - after dressing


Gak tahan juga lihat cupcake plain gitu. Gatel tangan mau ndandanin. Ambil keputusan. Ke warung bentar, beli susu kental manis, kocok mentega, kasih pewarna, taburi bintang-bintang. Done!

Eh, apa sesederhana itu prosesnya? Waaaa..sayangnya enggak. Kocokan mentega itu gak bisa berubah jadi putih. Padahal di resep tulisannya kocok sampai halus, mengembang, dan berwarna putih. Halus sudah, mengembang, kayaknya tidak - berwarna putih, juga tidak. Terus pas ngocok mentega, si Putri kebangun dari bobo siang. Ngompol, tadi gak mau dipakein Mami Poko, jadinya basah kuyup. Sama susternya gak mau. Terpaksa lah aku turun tangan. Baru diem dia. Gak berapa lama tertidur lagi setelah diganti baju. Bobonya juga terpaksa pindah tempat.

Soal mentega aku putuskan tak sudahi aja acara kocok mengkocoknya. Kayaknya percuma gak bakalan memutih tuh. Ya wis, aku kasih pewarna. Terus rencanaku sih mau dibikin swirl kayak yang aku lihat di youtube. Kok gampang gitu, tinggal muterin spuit. Lah, pada praktiknya ternyata gak gampang. Menteganya liciiin banget. Juga terlalu lembek kayaknya. Jadinya swirl-nya terkulai lemah gitu. Pakai plan B aja. Ambil sendok teh, semua dikeruk terus dioles-oles aja di cupcake. Baru taburi sprinkle bintang. Cantik juga kok -- daripada gak ada yang muji hi..hi...

Si Bintang masuk-masuk dapur langsung comot satu dibawa keluar. Pas masuk lagi aku tanya, gimana rasanya? "Enak banget!" jawabnya singkat. Wuih...leganya diriku.....:D

Rabu, 26 Mei 2010

My First Cupcake


Ini tahapan berikutnya sehabis punya otang Hock. Bikin cupcake. Ada beberapa resep yang sudah aku sediakan, baik dari tabloid, majalah, atopun internet. Awalnya mau bikin versi mba Ria Icip-icip, tapi pas udah siapkan bahan, bimbang.

Akhirnya pilihan jatuh pada versi Fatmah Bahalwan. Gampang dan hasilnya enak. Makan satu rasanya pas. Sementara aku belum ke soal menghias. Ini masih bikin yang serba plain dulu. Ngetes kemampuan. Dan berhasil!

Nah, ini resepnya, aku kurangi gulanya dua sdm terus aku tambah coklat bubuk satu sdm. 

Bahan:
120 gr mentega
250 gr gula halus
200 gr tepung terigu
2 butir telur
1/2 sdt vanili
1 sdt baking powder
150 ml susu segar

Cara membuat:
1. Kocok mentega, gula, vanili hingga pucat, masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
2. Masukkan tepung dan susu secara bergantian, sambil diaduk hingga rata.
3. Tuang ke dalam cetakan muffin/cup cakes yang sudah dialasi kertas roti kira-kira 2/3 penuh.
4. Oven hingga matang
5. Angkat, dinginkan kemudian hias sesuai selera dan sajikan

Puding Busa Strawberry


Ada sisa putih telur di kulkas. Aku bikin aja puding busa. Diberi dua tetes pewarna merah dan essence strawberry. Hasilnya seperti di foto itu.  Awalnya aku mo kasih vla strawberry, tapi kelupaan beli strawberry -nya. Ya sud. Pakai vla rhum sisa kemarin yang ada di kulkas aja. Enak, menyes-menyes pas gigit busanya. 

Selasa, 25 Mei 2010

Puding Sutra Strawberry


Ini puding untuk menghalau penasaran aja. Beberapa kali liat di internet ada yang namanya puding sutra yang katanya lembut banget. Nyari tahu sana sini, baru tahu apa bedanya puding sutra sama puding susu yang biasa aku buat. Ternyata kalo puding sutra itu bahan dasarnya dari susu kental manis, sementara puding susu yang biasa aku bikin kan dari susu segar.

Oalah.., lha kalo gitu aku ya pernah bikin puding sutra tapi yang dari susu kental manis coklat, kalo yang putih emang belum pernah.

Nah, ini eksperimen uji coba. Bahan dasarnya susu kental manis merek Frisian Flag. Direbus bareng agar-agar, terus dibagi dua. Yang satu dibiarkan putih plain, sementara yang satunya diberi pewarna merah dikit biar jadi merah jambu terus ditambah essence strawberry. Yang putih tuang duluan, biarkan setengah beku, baru tuang yang pink.

Biar sedikit rame, di atasnya aku tarok jelly rasa strawberry yang aku tambahi pewarna dikit biar ngejreng. Dan rasanya emang bener lembuutt dan nyess kalo udah dingin.

Senin, 24 Mei 2010

Cake Tape Keju


Sejak minggu sudah kepengen bikin muffin tape, tapi belum punya peralatannya. Ada cetakan bolu kukus, tapi cuma delapan biji. Pikirku mau beli loyang muffin yang isi 12 sekalian. Eh, setelah kebeli, ternyata loyangnya terlalu panjang. Gak muat di oven kecilku. Waaa..ya udah, besok mau tak balikin ke tokonya, semoga mau, ganti barang yang lain. Padahal bahan-bahan sudah lengkap, ya wes lah pakai yang ada aja. Aku putuskan pake loyang oval aja. Karena masih dalam rangka belajar, aku masih belum berani bikin yang satu resep. Masih setengah resep aja dulu. Loyang oval itu aku pikir pas lah.

Dan ternyata pelajaran kali ini berhasil aku lalui. Cake-nya halus, empuk, lembut. Hm...pokoke yummy banget. Pas buat teman minum kopi di sore gerimis kayak gini.

Ini resepnya yang aku ambil dari tabloid Saji edisi 176/thn.VII/24 Maret-6 April 2010 (aku pakai 1/2 resep)

Bahan:
6 kuning telur
3 putih telur
80 gram gula pasir
5 gram emulsifier
100 gram tepung terigu protein sedang
50 gram tape singkong
25 gram santan kental instan
25 gram margarine, lelehkan
25 gram keju cheddar parut untuk taburan

Cara membuat:
1. Blender tape singkong dan santan. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu sambil diayak dan dikocok perlahan.
3. Masukkan campuran tape singkong dan margarin leleh sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
4. Tuang di loyang ukuran 24x12x4 cm (aku pakai loyang oval) yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Tabur keju parut.
5. Oven 25 menit dengan api bawah suhu 180 derajat C (aku cuma sampai 160 derajat C) sampai matang.

Minggu, 23 Mei 2010

Breakfast for Natural Cooking "Food Photography" Club


Nyoba ikutan Natural Cooking "Food Photography" Club. Tema even bulan Mei  adalah "Breakfast Club." Sarapan pagi. Jenis makanan simpel, cepat saji, namun tetap enak dan memenuhi kebutuhan kalori di pagi hari. Gak menang gak papa, tujuannya cuma ikutan partisipasi aja sekalian belajar motret yang bener.

Beberapa hari sempat mikir apa ya yang mo dipotret. Sempat kepikir bikin omelet brokoli-jamur kancing kesukaan suami. Tapi kok tukang sayur gak pernah bawa jamur kancing. Waktu terus jalan, sementara kalo pagi makin repot, apalagi si sulung Ulangan Akhir Semester. Setiap pagi sebelum berangkat mesti belajar sebentar dulu.

Ya wis lah, pasrah aja. Ini bubur sumsum nebeng punya si bungsu. Dia seneng banget, hampir tiap pagi beli bubur sumsum yang lewat. Nah, sekalian aja aku beli agak banyak terus aku foto-foto.

Biasanya kalo motret buat blog sendiri gak setegang ini. Kali ini rasanya beda. Meskipun prop sedikit, tapi malah deg-degan. Begini salah, begitu salah. Geser sana geser sini. Putar sana putar sini. Aku nya juga ikut muter muter. Nyoba dari berbagai sudut. Rasanya gak ada yang pas. Sampai dapat 26 jepretan.

Meski belum sreg, akhirnya nyerah. Udahlah, rasanya ini yang paling baik dari yang ada. Sambil menghibur diri, maklum lah pemula. Jangan banyak berharap dulu. Dalam hati sih minder banget liat postingan yang lain di blog NFC. Semoga berikutnya bisa lebih baik :D

Sabtu, 22 Mei 2010

Hock dan sponge cake coklat pertama-ku

Ujug-ujug suami bilang, "Mau ganti hape gak?". Wuih, tawaran yang menggiurkan. Tapi pikir punya pikir, banyak alasan untuk tak ganti hape, secanggih apapun hape, tapi isi sms-nya ya tetep sama. Ya toh? Mau berita buruk sekalipun tak akan berubah jadi berita bagus cuma gara-gara hape-nya keren. Jadi yaa..aku tetapkan untuk bertahan di hapeku yang lama dan sama sekali gak modis. Fungsional aja lah. Naaah...bujet yang ada aku minta alihin aja ke oven sama piranti kue lainnya. Suami sepakat.

Dan, jadilah Kamis, 20 Mei lalu sebagai hari bersejarah buat dapurku. Ini dia oven baruku, merek Hock seperti yang direkomendasikan banyak orang. Harganya 280ribu. Belinya di TBK ruko sektor 9 Bintaro. Ini dia si Hock, anggota baru di dapurku:


 Sampai rumah, nggak langsung dipakai. Jumat beli bahan-bahan. Sabtu pagi jalan ke Gramedia obralan dapat "Buku Pintar Membuat Cake - Membuat 30 jenis cake dari satu adonan dasar" karya Diah Surjani Arianto. Harganya 42ribu, diskon 10persen. Ini buku bagus buat pemula macam aku. Yaa..sebenarnya aku bukan pemula banget. Duluuu sekali sering juga bantu-bantu ibu bikin kue, tapi kan jaman berubah. Tren kuliner juga berkembang. Jadi anggaplah aku pemula lagi. Soalnya ibu dulu bikin gak pake oven, tapi pake loyang tulban yang sekaligus juga oven, di atasnya ditarok arang gitu. Terus pakainya kompor minyak. Ngocok kue juga pakai kocokan spiral itu. Lammaaaa banget sampai pegal tangan. 

Sempat juga punya oven tapi merek Mickey Mouse, gak ada indikator panasnya. Aku kasih ke orang. Frustasi aja waktu itu. Sekarang semangat itu muncul lagi. Aku mulai dari nol lagi aja. Gak papa, anggap aku pemula.

Sebagai awal, aku pakai setengah resep dulu. Loyangnya pakai loyang bulat diameter 18 - seadanya dulu. Ini loyang aku pakai buat bikin cheesecake kapan itu. Jadinya seperti ini, aku pikir rada gosong kalo liat pinggirannya ya?
Tapi setelah aku potong, ternyata enggak. Seperti ini dalamnya:


Enak lho, lembut, gak enek. Suamiku suka. Anakku juga suka. Hi.hi..jadi seneng dan semangat dah kalo gini. Tahap awal ini aku bikin cake dasar dulu, plain aja. Belum niat bikin asesori cake-nya. Besok aku mau bikin lagi ah, dengan hiasan dan isiannya. Pokoknya tahun ini harus bisa bikin kue ulang tahun sendiri buat si bungsu. Yang cantik tentunya :D

Ini resepnya dasar sponge cake coklat berdasarkan buku yang tadi aku sebut:
Bahan:
6 butir telur
120 gram gula pasir
10 gram cake emulsifier
40 gram tepung terigu protein rendah/sedang
20 gram cokelat bubuk
5 gram (1/2 sdt) baking powder
100 gram margarine, lelehkan.
15 gram tepung maizena

Yang aku bikin ini 1/2 resep dengan perbandingan telur 4 (kuning telur) : 2 (putih telur) 

Cara membuat:Kocok telur, gula pasir, dan cake emulsifier sampai kental (bila dituang adonan akan mengalir seperti pita). Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, tepung maizena, dan baking powder sambil diayak. Aduk sebentar. Tambahkan margarine cair. Aduk sampai rata dengan sendok logam, dengan gerakan membalik adonan.

Tuang ke loyang ukuran 24 x 24 cm (aku pakai loyang bulat diameter 18). Panggang dalam oven bersuhu 170 derajat C selama 25-30 menit atau sampai matang. Keluarkan dari oven. Diamkan lebih kurang 5 menit di dalam loyang, lalu segera balikkan ke atas rak pendingin kue.